Atletik Porprovsu 2010, Karo dan Tapsel Tempel Ketat Medan

Kontingen Tanah Karo dan Tapanuli Selatan (Tapsel) terus menempel ketat Kota Medan pada hari kedua perolehan medali cabang olahraga atletik Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2010 di lintasan atletik Unimed, Selasa (9/11).

Medan telah mengumpulkan 4 medali emas, 7 perak dan 4 perunggu. Sementara, Karo mengumpulkan 3 emas, 3 perak dan 6 perunggu. Diposisi ketiga, ditempati Tapanuli Selatan dengan 3 emas, 3 perak dan 1 perunggu.

Di hari kedua, Medan berhasil menambah 2 medali emas, 4 perak dan 3 perunggu. Medali emas diperoleh dari nomor 4×400m estafet putra dengan catatan waktu 44.10 dan lontar martil putri atas naman Theresia Lumy (32.53m).

Medali perak diraih I Nyoman Sudana pada nomor 800m putra (1:59,78), Wanda Islanda Manurung pada nomor lompat tinggi putri (1.69m), nomor 4×100m putri (54,89) dan Putri Dhina Oktavia pada nomor lontar martil putri (22,27m). Sedangkan perunggu diraih Yudhi Febriansyah pada nomor 800m putra, Tampak Manik pada nomor putra 10.000m dan Afri Rahayu di nomor lompat tinggi putri.

Sementara, Karo berhasil menambah 1 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Emas diraih dari nomor estafet 4×100m putri (53,53). Perak diraih oleh Jufrianto Sinaga di nomor 400m gawang (58,79m) dan Tety Sulastri Tarigan di nomor 5.000m putri (20:08,17). Medali perunggu disumbangkan Agnes Sandiova di nomor 200m putri, Winda Sari dinomor 800m putri, Emi Ruth Ginting di nomor 5.000m putri dan Evi Susanti Kaban di nomor lontar martil.

Tapanuli Selatan berhasil membuat kejutan dengan meraih 2 medali emas, 3 perak pada hari kedua. Medali emas disumbangkan Edi Harianto Harahap di nomor 800m putra (1:59,26) dan Akhirwanta Harahap di nomor 800m putri (2:29,53). Perak diraih oleh Mohamad Parmonangan di nomor 200m putra (22.90), Hardodi di nomor lempar cakram putra (38.74m) dan Deby Siregar di nomor 800m putri (2:31,91).

Pada hari ketiga, Rabu (10/11) hari ini, cabang olahraga atletik Porprovsu 2010 akan kembali memperlombakan 14 nomor final, yang dimulai pulul 07.30 WIB pagi.
5 Besar Perolehan Sementara Atletik :
1. Medan 4 7 4
2. Karo 3 3 6
3. Tapsel 3 3 1
4. T Balai 2 2 2
5. P Sidempuan 2 2 2. (sib)

Tersangka Pembunuh Menyerahkan Diri ke Mapolres Karo

Setelah sempat melarikan diri (buron) selama 10 hari, tersangka kasus pembunuhan, Sabtu 30 Oktober 2010 lalu, di kawasan Jalan Sudirman Kabanjahe, RG (26) warga Desa Kubu Simbelang Kecamatan Tiga Panah, menyerahkan diri ke Polres Tanah Karo, Selasa (9/11).

Kasat Reskrim, AKP Lukmin didampingi Kanit Opsnal, Ipda Oscar menginformasikan, setelah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga tersangka, polisi akhirnya menjemput tersangka ke Desa Kubu Simbelang, kemarin pagi. Selain tersangka turut diamankan barang bukti, sebilah pisau bergagang kayu dengan panjang sekitar 30 Cm.

Dari keterangan tersangka, kejadian yang membuat korban Rife Agustinus Sembiring (28), warga Gg Gloria Jalan Pahlawan, Kabanjahe, meninggal, berawal dari pertengkaran di kedai tuak Jalan Sudirman, ibu kota Kabupaten Karo tersebut. Sabtu malam sekitar pukul 21.30 wib, korban datang ke kedai tuak itu. Begitu tiba, korban menantang tersangka dan sebelas orang sedesanya, yang sedang meminum tuak.

“Tidak lama berselang, terjadi pertengkaran. Setelah dilerai, saya dan sebelas orang teman lainnya dianjurkan meninggalkan TKP. Tetapi begitu saya hendak pergi, saya dipukul korban. Tanpa pikir panjang, dan reaksi spontanitas, saya lalu menusuk tersangka dengan senjata tajam yang sebelumnya terselip dipinggang saya. Saya tidak sadar kalau perbuatan saya itu menyebabkan korban kehilangan nyawa,” ucap RG.

Menurut tersangka, sebelum penikaman, korban telah menantang tersangka dan teman-teman sedesanya. Kala itu, sesuai keterangan RG korban menanyakan siapa di antara warga desa mereka yang jago. Walau tidak dilayani, korban tetap saja masih mencoba menyerang tersangka. “Setelah kejadian, saya sempat melarikan diri ke Siantar dan Medan. Tetapi karena merasa bersalah, dan setelah melakukan koordinasi dengan keluarga dan kepolisian, akhirnya saya menyerahkan diri,” ucapnya tertunduk. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Karo. (SIB)

Pemkab Karo Akan Kembalikan Bantuan Tanggap Darurat Sinabung ke Pusat

Sejumlah bantuan untuk pengungsi gunung berapi Sinabung, sejak awal meletus, Jumat (27/8) silam sampai berakhirnya masa tanggap darurat, masih menumpuk di lantai I dan sebagian di lantai II kantor bupati Karo, menimbulkan aroma tidak sedap di lingkungan kantor tersebut. Yang paling banyak seperti, telur, tikar, beras, mie instant, selimut dan kebutuhan lainnya masih menumpuk.

Pantauan SIB, Senin (8/11) sampai Selasa (9/11) beragam bantuan tersebut masih menumpuk dan diakui kalangan PNS di lingkungan kantor bupati Karo bahwa, akibat tumpukan bantuan itu menimbulkan aroma bau telur busuk dan menimbulkan ketidaknyamanan bekerja bagi mereka. Termasuk para tamu pemerintah yang datang ke kantor tersebut cenderung tutup hidung akibat bau busuk tercium saat memasuki kantor “megah” itu.

Sekdakab Karo Ir Makmur Ginting MSi selaku ketua umum panitia penanganan pengungsi Sinabung yang dikonfirmasi SIB, Senin (8/11) melalui Kepala Logistik Drs Refaya Barus dan Bendahara Thomas Ginting SE membidangi penanganan bantuan pengungsi Gunung Sinabung di kantornya, membenarkan masih menumpuknya sejumlah bantuan pasca berakhirnya masa tanggap darurat, 24 September 2010.

“Bantuan yang belum disalurkan akan disortir. Telur yang menimbulkan bau busuk telah dikeluarkan dari kantor bupati. Bagaimana penyalurannya akan kita pelajari. Kecuali beras, tikar dan selimut akan dijadikan stok Pemkab Karo mengantisipasi hal-hal bencana,” ujar Refaya Barus.

Dikembalikan

Sementara itu, Thomas Ginting SE menjelaskan bahwa, sampai berakhirnya tanggap darurat untuk pengungsi gunung berapi Sinabung, Pemkab Karo menerima bantuan Rp5.295.858.000 dan Rp2.053.101.150 telah disalurkan. Sisanya Rp3.242.756.850 akan segera dikembalikan ke Kementerian Sosial dan PNBP kalau dalam 3 bulan ini tidak digunakan, ujarnya.
Penggunaan bantuan ini cukup terarah dan tidak bisa dimain-mainkan seperti untuk penggunaan uang lelah dan sebagainya. Makanya, sisa bantuan itu masih relatif besar dan akan segera dikembalikan ke pusat, tambahnya. (M37/q)

Harga Tomat dan Cabe Mulai Naik di Tanah Karo

Harga tomat dan cabe kini mulai naik di Karo. Seminggu terakhir ini, harga tomat naik dari Rp3500/Kg menjadi Rp6000 sampai Rp8000/Kg . Demikian juga cabe merah dan cabe hijau naik dari rata-rata selama ini cabe merah Rp10.000/Kg menjadi Rp18.000/Kg diikuti cabe hijau naik dari Rp6.000/Kg menjadi Rp12.000/Kg.

Hal ini dikatakan Aceh Silalahi, anggota DPRD Karo yang juga selaku petani di Desa Pengambaten Kecamatan Merek, Karo kepada SIB, Senin (8/11) di Merek.

Tapi sayang, saat tomat dan cabe tidak panen raya di Karo harga membaik. Padahal, selama musim panen tomat baru-baru ini di Kecamatan Merek pada khususnya, harga relatif murah. Saat ini, musim panen tomat umumnya di Tigarunggu, Simalungun dan sebagian kecil di Desa Pengambaten Kecamatan Merek dan sebagian lagi di desa-desa lainnya di Kecamatan Naman Teran dan Desa Doulu, Berastagi, ujar Aceh Silalahi. (M37/ r)

Kantor Camat Berastagi Diduga Dibakar OTK

Pasca pemilu kada di Karo, aksi teror kembali terjadi. Sabtu (6/11) kantor Camat Berastagi di Jalan Kantor Camat No 1 Berastagi, dibakar Orang Tak Dikenal (OTK). mengakibatkan seperangkat peralatan yang berada di ruangan camat ludes menjadi abu akibat lalapan api. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, meskipun demikian tentunya hal tersebut sangat berdampak buruk bagi citra stabilitas keamanan di Karo.

Ironisnya, peristiwa teror yang terjadi berjarak tak jauh dari Kantor Mapolsekta Berastagi hanya berkisar 10 meter. Terbakarnya Kantor Camat Berastagi awalnya diketahui oleh seorang pengendara sepedamotor yang kebetulan melintas di jalan Perwira di samping tempat kejadian perkara (TKP). Mulanya pengendara sepedamotor tak terlalu ambil pusing dengan siapa saja serta cahaya yang keluar dari gedung pemerintahan tersebut. Tetapi setelah sempat melewati jalur merah, ia memilih balik haluan untuk menenangkan rasa penasaran.

Setelah dirinya dekat, pengendara sepedamotor pun memastikan kalau sinar merah yang dilihatnya tadi adalah kumpulan si jago merah (api-red) yang membakar Kantor Camat Berastagi. Temuan itu lantas disampaikan ke Mapolsekta Berastagi.

Polisi seketika dibuat kalang kabut, ragam usaha memadamkan api dibantu warga sekitar pun dilakukan, termasuk di dalamnya memecahkan kaca samping ruangan camat dan pintu depan karena pada saat bersamaan petugas jaga malam tidak berada di tempat. Dari sanalah air kemudian dimasukkan. Upaya warga, polisi dan dua unit pemadam kebakaran yang datang akhirnya berhasil memadamkan api.

Begitu api berhasil dijinakan aparat dari kepolisian pun langsung memegang kendali, mulailah langkah-langkah olah TKP dilakukan. Dari lokasi peristiwa ditemukan kalau jilatan api sesuai dengan keterangan Camat Berastagi, Drs.Suwingli Sitepu, telah menghanguskan kursi serta meja camat Berastagi serta sebagian kursi tamu juga piala, yang berada di dalam ruangan orang nomor satu di kalangan pemerintahan kecamatan.

Beruntung tidak ada satupun berkas berharga pemerintahan yang terbakar sebab selama ini memang disimpan di ruang Sekretaris Camat (Sekcam). Meskipun si jago merah tak menyentuh lembaran kertas milik publik dampak dari kebakaran nyatanya terasa hingga kebagian besar ruangan mulai dari ruang Camat hingga ke ruang tengah yang biasanya digunakan untuk rapat rapat berganti hitam bekas asap api.

Selain dari dampak tersebut aksi teror tersebut nyatanya menimbulkan suasana mencekam di kantor camat Berastagi. Bahkan Bupati Karo DD Sinulingga datang mengendarai mobil. Sayangnya orang nomor satu di kabupten karo ini tidak sempat turun dari mobil untuk melihat keadaan. Dirinya hanya berbicara beberapa menit dengan Camat Berastagi dari dalam mobil dengan Drs Suwingli Sitepu yang berdiri di samping pintu mobil yang terbuka.

Camat Berastagi Drs Swingli Sitepu kepada wartawan mengatakan, kalau kebakaran itu kemungkinan besar sengaja dilakukan oleh OTK dari arah samping kantornya. Tak diketahui secara pasti apa latar aksi orang orang tak bertanggung jawab itu, apakah kepada dirinya atau hanya mencari sensasi, apalagi selama ini dirinya dan unsur pemerintahan tidak ada menerima ancaman teror dari pihak manapun.

“Kita belum mengetahu secara pasti apa penyebab dari peristiwa itu, kami pun sangat terkejut dengan kejadian ini sebab apa yang terjadi sungguh tidak pernah terbayangkan” ucap pria yang mengaku kalau dirinya tidak tidur-tidur setelah mendapat kabar.

Dari penelusuran TKP, diduga aksi itu terjadi oleh kalangan tertentu, karena jelas api di masukkan melalui kaca nako jendela ruang Camat Berastagi. Kemungkinan besar api menjalar dari sumbu yang terlihat di bawah kaca di sekitar lokasi juga terdapat jiregen minyak.

Sementara itu, Kapolsekta Berastagi, Kompol P Sufiyanto mengatakan, pihaknya masih harus menunggu pengujian di Labfor Polda Sumut yang tadinya telah melakukan penyidikan lapangan di TKP Sedangkan situasi terakhir yang tampak adalah upaya pembersihan kantor Camat Berastagi oleh beberapa pegawai yang ditugaskan. (M-30/u)

Lamban Menangani Pelanggaran Pilkada, Puluhan Mahasiswa Demo Panwaslu Karo

demo pilkada karoDinilai lamban dalam menangani berbagai kecurangan dan pelanggaran tahapan Pilkada Karo, Rabu (27/10) lalu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Karo demo ke Panwaslu Kabupaten Karo di Jalan Pahlawan Kabanjahe, Senin (8/11) petang untuk mendesak agar institusi tersebut segera mengungkapkan segala pelanggaran dan kecurangan selama proses tahapan Pilkada di daerah itu.

Dengan melakukan long march mulai dari titik kumpul Makam Pahlawan Kabanjahe, mahasiswa mengusung dua bendera merah putih dan sejumlah poster yang bertuliskan di antaranya aliansi mahasiswa Karo meminta Panwaslu Karo independen, Mahasiswa mempertahankan Pemilukada Karo dan mahasiswa Karo menggugat Pemilukada Karo, mahasiswa tiba di Panwaslu Karo sekitar pukul 14.15 WIB.

Meski diguyur hujan, mahasiswa tetap semangat berdemo sambil meneriakkan yel-yel dan menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar.” Menurut mereka, proses demokrasi Pilkada di Karo telah berlangsung, namun banyak permasalahan seperti kecurangan dan pelanggaran pada saat pesta demokrasi untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah di Bumi Turang.

“Terjadinya kerusuhan-kerusuhan yang berhubungan dengan proses demokrasi merupakan efek dari Pemilukada Karo yang ditemukan berbagai kecurangan dan pelanggaran,” ungkap mahasiswa.

Sehingga hal itu mencerminkan buruknya pelaksanaan dinamika demokrasi Pilkada di Karo, karena telah terjadi kerusuhan akibat ketidakpuasan masyarakat. Karena ditemukan beberapa hal pelanggaran dan menciderai demokrasi antara lain ditemukannya formulir C6 sebanyak 2459 lembar yang tidak dibagikan KPPS di Kelurahan Lau Cimba Kecamatan Kabanjahe, banyak laporan masyarakat dan juga penemuan pelanggaran money politik, banyaknya pemilih siluman yang melakukan pencontrengan lebih dari sekali.

Sebagai sosial kontrol dan agent of change, mahasiswa menuntut Panwaslu Karo untuk mengkaji dan menindaklanjuti semua laporan masyarakat tentang pelanggaran dan kecurangan pemilukada karo, mendesak KPUD Karo untuk bekerja lebih baik dan tetap mempertahankan independensinya dan meminta Panwaslu, masyarakat agar menjaga kekondusifan situasi di daerah ini akibat proses dinamika demokrasi.

Meski telah menyampaikan orasi dan telah berulang kali meminta untuk berdialog dengan pimpinan Panwaslu Karo masing-masing Ketua Morris Sembiring SH dan anggota Berlian br Tarigan SH Mhum yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Quality Kabanjahe dan Nggeluh Sembiring, namun hal itu tidak digubris sama sekali. Malah, para mahasiswa berulang-ulang meneriakkan dan menuding Panwaslu mandul dan banci, tetap juga pihak Panwaslu tidak bergeming menerima dialog dari mahasiswa.

Kedatangan mahasiswa ke kantor Panwaslu Kabupaten Karo tidak membuat arus lalu-lintas macet dan mendapat pengawalan puluhan personil aparat kepolisian. Usai menyampaikan orasi, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. (SIB)

Bantuan Pengungsi Gunung Sinabung Masih Menumpuk

Beberapa hari terakhir kalangan PNS di lingkungan kantor bupati Karo merasa tidak nyaman bekerja, terlebih para tamu yang datang akibat tidak tahan mencium bau busuk saat memasuki kantor.

Menurut kalangan PNS, bau busuk tersebut akibat masih banyaknya bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari untuk para pengungsi gunung Sinabung menumpuk di lantai satu dan dua kantor bupati. Bahkan di lantai satu, ribuan telur masih menumpuk dan sebagian sudah pecah menyebabkan bau telur busuk menyengat tidak sedap di lingkungan kantor itu.

Sekdakab Karo Ir Makmur Ginting MSi selaku ketua panitia penanganan pengungsi Sinabung dan panitia bidang logistik Drs Refaya Barus yang dikonfirmasi SIB, Jumat (5/11) di kantornya, tidak berhasil.
K

epala Koinfo Setdakab Karo Drs Perdana Sebayang yang selanjutnya dikonfirmasi SIB, Sabtu (6/11) melalui telepon selulernya, membenarkan situasi tersebut. Bantuan-bantuan yang masih menumpuk di kantor bupati akan dibagikan kepada pengungsi atau kepada panti-panti asuhan. (M37/v) SIB