Jangan Pilih Calon Bupati Karo Hanya Karena 50 Ribu

kpu karoDebat para calon bupati Karo periode 2010-2015, Sabtu (16/10) dan dilanjutkan debat calon wakil bupati Karo, Minggu (17/10) di Berastagi, ingatkan rakyat agar, jangan mau dibeli Rp50 ribu sampai Rp100 ribu untuk menentukan masa depan daerah dan rakyat Karo 5 tahun ke depan. Juga kepada oknum calon bupati/oknum wakil bupati, diingatkan juga agar jangan cemari daerah Karo dengan money politics.

Oknum calon pemimpin yang hanya mengandalkan politik uang kepada masyarakat agar dipilih nanti pada Pemilukada 27 Oktober 2010, adalah calon pemimpin yang kurang percaya diri dan bukan pemimpin untuk membawa perubahan lebih baik di daerah ini. Melainkan calon pemimpin yang tak bermutu dan merusak moral masyarakat dan generasi muda di daerah ini.

Hal ini disampaikan calon bupati Karo Andy Natanael Ginting Manik SH MM DR Petrus Sitepu, Dk Siti Aminah Br Perangin-angin, calon bupati nomor 1 dalam closing statement (pernyataan akhir-red) yang diberikan waktu 2 menit oleh moderator debat, Drs Bengkel Ginting MSi, Sabtu kemaren. Pernyataan yang sama juga disampaikan sejumlah calon wakil bupati Karo dalam debat lanjutan, Minggu (17/10) di Berastagi. Dalam closing statement akhir yang diberikan waktu 2 menit oleh moderator, Drs Bengkel Ginting MSi dengan tegas mengatakan agar, rakyat jangan menjual diri Rp50 ribu sampai Rp100 ribu untuk jangka waktu selama 5 tahun ke depan.

Selain mengingatkan agar rakyat jangan tergoda dengan isu money politics atau politik uang dalam Pilkada 27 Oktober 2010 mendatang, calon bupati/wakil bupati Karo nomor 1 Dk Siti Aminah Br Perangin-angin SE-Sumihar Sagala SE menyarankan masyarakat menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani berdasarkan pemahamannya tentang latar belakang calon pemimpin yang dikenal dan diyakini dapat melakukan perubahan baru di daerah ini.

“Kami pasangan calon bupati nomor 1 akan mewujudkan pembangunan yang merata dan senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Mewujudkannya, kami akan senantiasa berkoordinasi dan bekerjasama dengan DPRD daerah, propinsi dan pusat dan juga pihak eksekutif lainnya. Termasuk akan meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pihak Muspida,” tambah Siti Aminah Br Perangin-angin SE mengakhiri.

Himbauan singkat lainnya juga disampaikan para calon bupati lainnya. Misalnya, DR Sumbul Sembiring MSc, ingin melakukan perubahan. Di antaranya peningkatan ekonomi masyarakat ke depan. Tahun 2006-2010 pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Tanah Karo tidak ada. Kalau pun ada, sangat tidak merata, sehingga ada yang kaya dan ada miskin. Calon bupati Roberto Sinuhaji SE, ingin memujudkan Kabupaten Karo menjadi salah satu kabupaten terbaik di Indonesia . Membangun home industri teknologi pertanian lebih modern. Membenahi pariwisata yang sudah semeraut. Bea siswa kepada yang berprestasi. Pertukaran pelajar luar negeri dan mendirikan sekolah catur.

Calon bupati Karo, Drs Abednego Sembiring, memprogramkam pembinaan mental kepada aparatur pemerintah. Moral masyarakat dan PPL Dinas Pertanian tidak hanya jual pupuk atau bibit saja dan mendirikan pabrik produk pertanian, mengembangkan wisata alam dan membenahi RSU Kabanjahe. Tidak ada dokter punya RS di luar atau tempat praktek di luar RSU Kabanjahe. Calon bupati Drs Nabari Ginting MSi, memprogramkan pembangunan dengan 3 unsur dan berdasarkan sejumlah pengalaman yang ada.

Calon bupati Dr Ir Petrus Sitepu, dengan visi masyarakat makmur dan sejahtera dengan membangkitkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah yang selama ini hilang. Calon bupati Drs H M Ramli Purba MM, ingin meningkatkan pembangunan agrobisnis dan parawisata, handal, berbudaya dan relegius. Pembangunan hotel-hotel di daerah ini tidak satu pun menunjukkan ciri khas budaya daerah ini yang harus dibenahi. Calon bupati DR (HC) Kena Ukur Surbakti, ingin mengedepankan pembangunan pertanian dan parawisata yang professional dan wisata yang bertaraf internasional. Sedangkan calon bupati Andy Natanael Ginting Manik SH MM, mewujudkan pembangunan berdasarkan konsep yang jelas dan dinotariskan. Andy tidak ingin pernyataan yang lisan-lisan atau seremonial belaka. Lebih ditekannya lagi agar, masyarakat jangan mau dibeli oknum-oknum calon pemimpin seharga Rp50 ribu sampai Rp100 ribu/orang untuk selama 5 tahun. Sedangkan calon bupati Riemenda Ginting SH MH tidak datang.

Dua hari debat calon bupati dan calon wakil bupati Karo, dibuka Ketua KPU Karo, Benyamin Pinem ST dipimpin moderator Drs Bengkel Ginting MSi (mantan Ketua KPU Karo) dengan 3 vanelis, Ir Muchtar Iskandar Pinem, Pdt Erick Jhonson Barus dan Drs Tiandi. Acara debat juga dihadiri ratusan orang dari tiap-tiap simpatisan dan tim pemenangan masing-masing calon, Panwas, Kapolres Karo, AKBP Drs Ig Agung Prasetyoko, SH MH, Dandim 0205/TK dan utusan dari eksekutif Pemkab Karo berlangsung seru dan sukses. (M37/s) SIB

Ribuan Massa Hadiri Kampanye Riemenda Jamin Ginting di Kabanjahe

orasi politikRibuan massa riil pendukung hadiri kampanye pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Karo periode 2010-2015 nomor urut 2, Riemenda Jamin Ginting SH Mhum/Drs Aksi Bangun di zona I yang dipusatkan di Jambur Lige Kabanjahe, Senin (18/10) petang. Pasangan tersebut mengawali kampanyenya dengan melakukan kampanye simpatik mengendarai puluhan kendaraan roda empat. Adapun sejumlah jalan yang dilalui yakni di Jalan Katepul Sanatorium Samura, Jalan Irian, Jalan Kuta Cane, Jalan Sumbul dan Jalan Ketaren Kabanjahe.

Pasangan tersebut menampilkan juru kampanye, Ny LT Jamin Ginting, Ketua Partai Demokrat Kabupaten Karo drg Bantuan Purba dan Ketua PDK Karo Dra Remita Sembiring dan dimeriahkan sederet artis Karo masing-masing Sastrawan Tarigan, Rita Mariani br Tarigan, Kasir Brahmana, Herwina br Bangun, Susan dan Polo.

Ny LT Jamin Ginting (82) dengan mengenakan kursi roda didampingi putri sulungnya Riemenda Jamin Ginting, menegaskan pasangan Riemenda Jamin Ginting/Aksi Bangun maju menjadi calon Bupati Karo/Wakil Bupati Karo adalah untuk melanjutkan perjuangan Letjend Jamin Ginting yang belum selesai untuk Tanah Karo Simalem termasuk mengangkat harkat dan martabat Karo.

Dijelaskannya, Riemenda Jamin Ginting lahir di Kotacane Kabupaten Aceh Tenggara, dimana saat itu, ayahnya Letjen Jamin Ginting yang memimpin pasukan TNI Resimen IV tengah bertugas melawan penjajah. ”Riemenda lahir pada waktu berjuang melawan kolonial penjajah. Rumah kami pada waktu itu di Kotacane hanya berdinding bambu, meja makan pun terbuat dari bambu. Pancuran kami terbuat dari bambu. Kami juga pernah makan gulai dan sayuran dari bambu. Jadi semuanya mengenakan bambu karena pada masa itu perjuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sangat sulit sekali,” ungkap LT Jamin Ginting.

Selanjutnya, Letjen Jamin Ginting pernah mengemban tugas ke Jakarta dan ke Kanada. Sewaktu bertugas ke Jakarta, Letjen Jamin Ginting tidak pernah lupa kepada warga Karo. Buktinya, ia pernah menyekolahkan dan membantu memberikan pekerjaan kepada 23 anak pejuang asal Karo. ”Saat itu, apabila ada warga Karo yang berkeinginan sekolah dan tidak ada biayanya, Letjen Jamin Ginting akan menyekolahkannya termasuk memberikan pekerjaan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, ada lima putra dan putri Letjen Jamin Ginting, yakni Riemenda Jamin Ginting, Riahna Jamin Ginting, Sertamin Jamin Ginting, Seriana Jamin Ginting dan Enderia Pengarapen Jamin Ginting. “Kelima anak-anakku bersekolah semua dan mempunyai pekerjaan masing-masing. Adik Riemenda yang terkecil, Enderia, semasa hidupnya meminta Riemenda untuk meneruskan perjuangan ayah mereka untuk membangun Karo dan mengurusi warisan ayahnya, termasuk perkebunan,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila pasangan ini terpilih menjadi bupati dan wakil Bupati Karo, mereka tidak akan mengkhianati rakyat dan akan tetapkan melanjutkan perjuangan dari Letjen Jamin Ginting yang belum selesai demi rakyat Tanah Karo Simalem ini. ”Riemenda Jamin Ginting apabila terpilih tidak akan mengejar materi dan apabila terpilih dia tidak akan korupsi,” tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ditambahkannya, Riemenda Jamin Ginting telah bertugas sebagai Jaksa selama 40 tahun. Berbagai jabatan yang dipangkunya yakni, Kepala Kejaksaan Bogor, sebagai pengawas Kejati Sumut, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kupang, Kepala Kejaksaan Tinggi Kupang dan pernah bertugas di Kejagung.

Lebih lanjut, ia mengharapkan agar masyarakat Karo untuk memilih pasangan ini. ”Percayalah pasangan ini tidak akan main-main untuk mengemban amanah rakyat,” ucapnya. Sementara itu, Riemenda Jamin Ginting dalam orasi politiknya mengatakan apabila nantinya terpilih menjadi Bupati Karo, dirinya siap mengemban amanah rakyat agar tidak melakukan korupsi. ”Apabila terpilih menjadi bupati Karo, tujuanku memberantas korupsi. Saya sudah lama bertugas sebagai kejaksaan. Pitpit matapun aku sudah tahu apakah itu korupsi atau tidak. Korupsi itu adalah musuhku dan musuh kita semua,” tegas Riemenda yang disamput tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, untuk memberantas korupsi harus menjadi seperti seekor kucing untuk menangkap tikus-tikus yang menggerogoti uang rakyat. “Tikus tidak bisa menangkap kucing tapi bisa diakal-akali bagaimana melakukan korupsi. Jadi apabila terpilih menjadi Bupati Karo, saya tidak akan melakukan korupsi tetapi akan menangkap pelaku korupsi,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakan, selain memberantas korupsi, skala prioritasnya saat menjadi Bupati Karo adalah membenahi sektor pertanian, infrastuktur pedesaan dan sektor pendidikan serta kesehatan. Ia juga menyatakan akan memperhatikan keluhan pada veteran.

Sementara itu Aksi Bangun dalam orasi politiknya menyatakan mereka maju menjadi bupati dan wakil bupati Karo untuk mengangkat kedaulatan rakyat Tanah Karo. “Inilah yang menjadi perjuangan kami untuk mengangkat kedaulatan rakyak Tanah Karo ini,” tegasnya. Ketua DPC Partai Demokrat Kab Karo drg Bantuan Purba mengatakan DPP Partai Demokrat dalam menentukan calon Bupati Karo dan Wakilnya yang diusung Partai Demokrat melalui proses yang panjang. “Instruksi dari DPP bahwa anak pejuang Riemenda dan Aksi Bangun dinilai mampu dan layak untuk memimpin Tanah Karo lima tahun ke depan. Itulah sebabnya Partai Demokrat sepakat mengusung Riemenda dan Aksi Bangun maju menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Karo,” ungkap drg Bantuan Purba.

Lebih lanjut dikatakan, Riemenda/Aksi Bangun apabila terpilih nantinya tidak akan melakukan korupsi, malah akan menangkap pelaku yang korupsi. “Saya percaya, Riemenda Jamin Ginting seorang janda srikandi yang tangguh dan mau mengikuti perintah orang tuanya agar mengemban jati diri orang Karo hingga berdaulat,” tegasnya. Ketua PDK Kabupaten Karo Dra Remita br Sembiring menyatakan bahwa Partai Demokrasi Kebangsaan hanya mendukung pasangan Riemenda/Aksi Bangun.

Pada kesempatan itu, Ketua LVRI Kabupaten Karo Malem Cari Sembiring bersama pengurus lainnya menyatakan kebulatan tekad untuk mendukung pasangan Riemenda/Aksi Bangun. Di akhir acara itu, Ketua DPC Partai Demokrat, drg Bantuan Purba memperagakan bagaimana untuk memilih pasangan nomor urut dua itu.

Sementara itu, salah satu tim sukses nomor urut 2, Ita Apulina br Tarigan ST kepada wartawan mengatakan, hari ini, Selasa, (18/10) dijadwalkan kampanye akbar pasangan nomor urut dua ini akan digelar di Open Stage Berastagi yang dihibur artis ibukota, di antaranya Tio Fanta Pinem dan Ramona Purba. (M-30/y) SIB

Perkumpulan Perempuan “Pesada” dan “Jarak Perempuan SUMUT” Dukung Calon Bupati Karo Dk Siti Aminah Br Perangin-angin SE

SIB

Kami menolak menjual harga diri Rp50.000 sampai Rp100.000 kepada oknum-oknum kandidat pemimpin yang mencoba melakukan politik uang untuk meraih kemenangan dalam Pemilukada 27 Oktober 2010 mendatang. Hal ini ditegaskan pengurus perkumpulan perempuan “Pesada” dan “Jarak Perempuan Sumut” dalam dialog publik partisipasi politik terhadap calon perempuan Pemilukada Karo 2010, Senin (18/10) di Sentrum GBKP Kabanjahe.

Mewakili sekitar 600 peserta dialog yang hadir dari berbagai desa di 17 Kecamatan di Kabupaten Karo, Masli Br Damanik dari Desa Sukanalu, Rahel Sukatendel mahasiswa S2 dari Medan dan Warna Br Ginting dari Desa Kinepen menegaskan pihaknya mendukung pencalonan Siti Aminah Br Perangin-angin SE menjadi bupati Karo ke depan.

Demikian juga dipaparkan salah seorang pengurus perkumpulan perempuan “Pesada” dan “Jarak Perempuan Sumut”, Dina Lumbantobing MA bahwa, kehadiran dan eksistensi kaum perempuan dalam rumah tangga khususnya dalam setiap pembangunan daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan dan sukses tidaknya, selalu tergantung kepada peran perempuan. Siti Aminah Br Perangin-angin SE bukan sebatas punya hak maju menjadi calon atau sekedar ikut dan bukan hanya sekedar ikut-ikutan berkompetisi dalam Pilkada Karo, namun karena Siti Aminah figur pemimpin yang sudah sepuluhan tahun merakyat dan selalu berkomunikasi dengan rakyat.

“Siti Aminah Br Perangin-angin SE adalah perempuan yang memang dikenal selama ini di tengah-tengah masyarakat. Energik dan sehat fisik dan mental dan bukan bermasyarakat dengan tiba-tiba. Ingat mengapa kami dari perkumpulan perempuan ini menyarankan untuk memilih perempuan. Jangan mencari kesalahannya, tapi lihatlah potensi dan kehadirannya selama ini dengan rakyat. Jangan memilih seseorang calon karena uang, sebab seberapa yang diterima itu, itulah harga diri rakyat yang digadaikan untuk selama 5 tahun ke depan.

Jangan harapkan ke depan, rakyat dapat berkomunikasi dengan pemimpin yang menang karena memberi uang kepada rakyat. Tanggung jawab pemimpin yang demikian sudah tuntas saat memberi uang kepada rakyat saat pemilihan. Selanjutnya, tugas-tugas pemimpin yang demikian, bagaimana cara mengembalikan uang yang semula telah dikeluarkannya kembali kepadanya,” tegas Dina Lumbantobing MA dalam closing statementnya.

Demikian juga paparan Lesmawati Simanjerang dalam isu strategis Pemilukada Karo bahwa, walaupun nantinya perempuan jadi pemimpin, bukan hanya tugas perempuan yang dijalankannya di pemerintahan. Tapi menata kehidupan pemerintah dan masyarakatnya sebagaimana memimpin dalam rumah tangga. Lepas dari korupsi dan poya-poya lainnya yang semuanya selama menghabiskan uang rakyat. Jangan memilih dengan pintar tapi dengan cerdas. Bukan dengan menjual diri dengan harga Rp50.000 sampai Rp100.000 menggadaikan diri selama 5 tahun ke depan,” tegas Lesmawati Simanjerang.

Hal senada juga dipaparkan Sarma Hutajulu dalam paparannya menghimbau agar, perempuan menjadi motivator dan penggerak di tempatnya masing-masing memilih calon pemimpin dari wanita, yaitu calon bupati Karo nomor 1, Siti Aminah Br Perangin-angin SE. Jangan gara-gara uang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu, diri digadaikan sampai 5 tahun. Selain itu, perempuan juga di desa-desa memiliki tanggung jawab untuk melakukan perubahan di Tanah Karo. Mengawasi TPS dan perhitungan suara, terlebih-lebih pengawasan dan pengamanan formulir C1.

Masa depan rakyat rusak karena telah menggadaikan diri dalam Pemilukada atau Pemilu Legislatif. Tanggung jawab calon yang demikian, hanya sesaat saja. Bagaimana cara tak terpuji dan tak mendidik kepada rakyat untuk memenangkan dirinya saja. Selepas itu, tidak ada lagi, kecuali mengembalikan uangnya yang telah keluar selama dalam proses pemilihan. Jangan hanya di ruang bertekad dan berjanji memilih perempuan, tapi sepulang ini pun tetap mendukung dan memilih calon pemimpin perempuan dalam Pemilukada 27 Oktober 2010 mendatang. Mau menjadi tim pemenangan sukarelawan di desa-desa. Jangan gadaikan diri dengan uang Rp50 ribu selama 5 tahun ke depan,” ujar Sarma Hutajulu mengakhiri.

Calon bupati Karo nomor 1 Dk Siti Aminah Br Perangin-angin, SE yang diundang dalam dialog publik partisipasi politik terhadap calon perempuan Pemilukada Karo 2010 digelar Perkumpulan Perempuan “Pesada” dan “Jarak Perempuan Sumut” tersebut, mengingatkan saat ini jadwal dan zona kampanye para calon sudah ditentukan bersama. Namun saya sebagai undangan dan diminta panitia untuk menyampaikan visi-misi menjadi calon bupati Karo, adalah bukan sebatas ikut-ikutan atau sebatas meramai-ramaikan.

“Ratusan ibu yang hadir di sini, saya mau tanya dan harus dijawab dengan jujur. Apakah semuanya ibu di sini mengenal Siti Aminah Br Perangin-angin SE,” tanya Siti Aminah dan spontan ratusan kaum ibu menjawab Sudah bertahun-tahun kami mengenal Siti Aminah Br Perangin-angin. Nande Ribu kami dan sudah lama bersama kami masyarakat,” jawab ratusan kaum Ibu.

“Saya mencalonkan diri menjadi calon bupati Karo, di luar dari visi misi bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan di seluruh Tanah Karo. Kalau pasangan calon bupati Karo nomor 1, Siti Aminah Br Perangin-angin SE-Sumihar Sagala SE jadi bupati, saya akan membuat perubahan baru dan menjadi sejarah baru di Tanah Karo dalam melakukan pembangunan daerah dan masyarakat secara merata dan khususnya kaum perempuan. Saya akan menjadi donator utama bagi kalangan kaum Ibu semuanya,” ujar Siti Aminah Br Perangin-angin SE.

Salah satu Ibu yang hadir, Masli Br Damanik dari Sukanalu menambahkan bahwa, selama ini dia mendengar nama Siti Aminah Br Perangin-angin SE dan melihat secara langsung saat mengungsi akibat letusan gunung Sinabung. Saya dapat melihat dan berbicara saat kami masyarakat diberinya makan di tempat pengungsian. Namun saat ini setelah mendengar program-programnya ingin menjadi bupati Karo, saya kagum dan yakin Ibu Siti Aminah Br Perangin-angin SE diberkati Tuhan dan menang pada Pilkada mendatang, ujar Masli Br Damanik.

Usai dialog publik partisipasi politik menyambut Pilkada Karo tersebut, pengurus perkumpulan perempuan “Pesada” dan “Jarak Perempuan Sumut”, Dina Lumbantobing MA, Lesmawati Simanjerang, Sarma Hutajulu, SH, Jenny Solin, Lucia Sukatendel, Solianna Br Tarigan foto bersama dengan calon bupati Karo nomor 1 Siti Aminah Br Perangin-angin dan selanjutnya makan bersama. Namun konsumsi berkurang mengingat undangan berlimpah-ruah datang dan tidak seperti yang diperkirakan semula hanya berkisar 250 kaum ibu, ternyata hadir hampir 600 peserta. Melalui kesempatan ini, panitia maaf, ujar Lucia Sukatendel. (M37/h)SIB

Calon Bupati Dr Ir Petrus Sitepu Kembangkan Pertanian Karo, Bukan Janji Tapi Sudah Memberi Bukti


Foto SIB

Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno beserta ibu dan Kapolres Karo berkunjung ke Peternakan Gundaling Farm dikelola Dr Ir Petrus Sitepuyang memproduksi sapi unggulan dan susu segar. Kehadiran peternakan terbesar di Sumatera Utara ini memberikan manfaat bagi petani di Kabupaten Karo. Ribuan Warga Masyarakat Singalor Lau Sambut dan Siap Menangkan Pasangan Petrus dan Kornalius Atau TULUS Menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karo 2010-2015. Dalam pertemuan silaturrahmi antara Dr Ir Petrus Sitepu dengan ratusan warga Desa Tiga Binanga di Los Buah Tiga Binanga, Sabtu (16/10) malam, masyarakat menilai Dr Ir Petrus telah membuktikan kemampuannya dan bukan hanya janji-janji ataupun slogan dalam mengelola peternakan yang dipadukan dengan pertanian di areal yang dipimpinnya PT Prima Indo Lestari. Sebuah areal peternakan lembu dan perladangan di Berastagi, yang banyak memaknai para petani untuk tidak takut dengan gelombang persaingan masa depan.

“Kita sudah melihat berapa banyak jagung-jagung petani, yang biasanya, kalau harga anjlok, jagung tersebut tidak berguna dan kini telah dapat dimanfaatkan Petrus Sitepu sebagai makanan ternak. Selain itu, banyak ilmu pertanian yang telah ia berikan kepada petani dan warga masyarakat yang mau belajar kepadanya,” ujar Ir Malemta Sebayang, salah seorang tokoh masyarakat Singalor Lau. Dr Ir Petrus Sitepu dan Kornalius Tarigan ST SH, sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Karo periode 2010-2015, dari jalur Independen menyatakan akan siap membawa perubahan sirkulasi pola tanam dan pemasaran jagung di sentra penghasil jagung kawasan Singalor Lau, Tanah Karo. “Saya sudah membuktikan, membangun pertanian, dengan memadukannya dengan pembangunan peternakan tidaklah sulit, dan kita pasti bisa mewujudkannya kalau sama-sama berjuang dan berkomitmen untuk itu,” ujar Dr Ir Petrus Sitepu.

Hal ini merupakan wujud komitmen perubahan Petrus Sitepu dan Kornalius Tarigan di sektor pertanian. Penegasan sikap dari pasangan dengan sebutan TULUS ini terungkap dalam tatap muka dengan pendukung calon bupati dan wakil bupati nomor urut 7 di Los Buah Tiga Binanga, Sabtu (16/10) malam.
Dalam pertemuan temu ramah yang diprakarsai Perkumpulan Sebayang Ras Anak Beruna yang diketuai Ir Malemta Sebayang ini, Dr Ir Petrus Sitepu mengatakan, sejak awal dirinya dan pasangan Kornalius Tarigan, maju untuk melakukan perubahan, khususnya di bidang pertanian dan peternakan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat karo.

Sehingga suara yang muncul dari kalangan petani, terutama dari kawasan Singalor Lau yang meliputi Kecamatan Tiga Binanga, Juhar, Lau Baleng dan Mardinding yang merupakan pusat pertanian jagung dipandang sebagai salah satu program yang akan mereka prioritaskan sesegera mungkin nantinya.

“Sebagai calon bupati dan wakil bupati yang maju dengan dukungan penuh dari perjuma juma (petani), kita akan lakukan perjuangan dan program utama pembaharuan di bidang pertanian. Dimana salah satunya adalah di pertanian jagung. Karena daerah ini (Singalor Lau) hampir 100 persen masyarakatnya menggantungkan hidup dari tanaman itu, jangan sedikitpun ada keraguan, perubahan pola tanam dan pemasaran jagung akan kita kedepankan,” ujar Petrus Sitepu yang mengetahui persis seluk beluk pemasaran jagung karena pernah dipercaya salah satu lembaga bisnis Amerika Serikat selaku tenaga ahli di bidang pemasaran jagung.

Dalam kesempatan temu pendukung kemarin, Petrus Sitepu mengatakan dirinya telah menyiapkan konsep perubahan dalam pemasaran tanaman jagung dengan konsep dasar akan memperbaiki sarana pasca panen dengan akan mengembangkan mesin pengering jagung (drier). Hal ini akan berguna untuk menghindari fluktuasi (naik turun) harga yang kerap merugikan petani.

“Kita sudah pelajari, kalau dari tahun ke tahun permintaan akan jagung tetap tinggi, bahkan kalau yang dimiliki petani karo pun tak cukup untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional, namun karena permainan para spekulan seringkali jagung-jagung petani dihargai dengan murah dengan alasan jagung berlebih. Guna membentengi diri dari kerugian panjang kita akan dirikan mesin pengering dan gudang penyimpanan, gunanya bila harga sudah mulai stabil jagung baru dijual, disinilah peran pemerintah yang nantinya akan membeli jagung milik petani lebih awal,” terang Petrus Sitepu.

Perubahan yang akan dilakukan Petrus Sitepu dan Kornalius di sektor pertanian dan peternakan ini juga selaras dengan janji mereka yang akan mengubah cara pandang bertani masyarakat Karo dari bercocok tanam semata kepada pertanian yang menguntungkan. Di luar itu, Petrus Sitepu juga akan mengembangkan industri hulu dan hilir di sektor pertanian.

Dalam pertemuan dengan ribuan pendukung pasangan TULUS nomor urut 7 ini, turut hadir juga Cory Sebayang dan Dat Malem Ginting. Cory Br Sebayang dalam sambutannya menghimbau rakyat Karo agar lebih jeli memilih pemimpin kali ini, sudah cukup katanya Tanah Karo mengalami fase jalan di tempat. Perubahan itu harus dilakukan oleh calon pemimpin yang anti korupsi, ahli di pertanian dan peternakan serta memiliki semangat pembaharuan, kesemua itu sampai kini sambung Cory Br Sebayang hanya terlihat dari Dr Ir Petrus Sitepu dan Kornalius Tarigan ST SH.

Dalam kesempatan terpisah, tokoh muda masyarakat Karo Roy Fachraby Ginting SH MKn menyatakan, kondisi masyarakat Karo yang mayoritas petani, tetap saja dari tahun ke tahun ditimpa masalah klasik minim bantuan modal pertanian dari pemerintah, ketersediaan pupuk yang kerap kosong dan harga diatas pasaran HET yang telah ditetapkan pemerintah serta kebutuhan bibit unggul dan pemasaran hasil pertanian yang sepertinya tidak mendapat perhatian dari Pemkab Karo. Melihat kondisi ini, saya amat yakin komitmen Dr Ir Petrus Sitepu dan Kornalius Tarigan, baik dalam Visi, Misi, Progam, Kontrak Politik serta aktifitas Petrus Sitepu, sebagai tokoh yang mengembangkan peternakan berbasis pertanian, dan gerakan minum susu yang dikampanyekannya kepada anak-anak dan warga masyarakat Kabupaten Karo. Terus terang, ungkap Roy, dalam 10 tahun terakhir, saya sudah sangat apatis dengan kondisi pembangunan Kabupaten Karo, yang saya lihat sudah tidak mempunyai harapan dan kepercayaan bakal akan ada tokoh dan calon pemimpin Karo, yang benar-benar mau dan tulus untuk mengabdikan dirinya membangun Tanah Karo Simalem.

“Lihat saja kondisi kotanya, sudah carut marut tidak karuan, lihat Kota Kabanjahe saat ini yang penuh dengan kios kios darurat yang kumuh, jalan jalan berlobang bagai kubangan kerbau, ibaratnya saat ini Tanah Karo sudah kembali ke jaman batu, jika melihat kondisi infrastrukturnya yang amburadul, mulai jalan ke Tiga Binanga dan ke Merek,” ujar Roy Fachraby Ginting dengan nada prihatin.

Menurut Roy Fachraby Ginting, Dr Ir Petrus Sitepu telah menyiapkan programnya dengan alokasi Anggaran Pembangunan yang Pro Rakyat, Pelayanan terbaik buat Rakyat di buat segampang mungkin dan semurah murahnya. Sehingga ketika Dr Ir Petrus Sitepu tampil sebagai Bupati Karo, akan selalu mendengar keluhan dan masukan dari rakyat, dengan membuka Pendopo Rumah Dinasnya, sebagai Rumah Aspirasi Rakyat Sirulo setiap bulan, dengan menerima aspirasi keluh kesah rakyatnya, yang langsung dilayani mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, SKPD secara bergiliran, sebagai wujud komitmen pemimpin itu sebagai Bapa Rakyat Sirulo.

Dikatakan Roy Fachraby Ginting, melihat dari misi ini, saya sangat berkeyakinan dan menyimpulkan, sosok Dr Ir Petrus Sitepu, ketika diberi amanah oleh masyarakat Karo sebagai bupati untuk 5 tahun ke depan akan membawa perubahan bagi pembangunan Kabupaten Karo dalam upaya mensejahterakan Rakyat. “Kenapa saya katakan demikian, Karena Visi, Misi, Program dan Kontrak Politik Dr Ir Petrus Sitepu dan Kornalius Tarigan ST SH berpihak terhadap ekonomi rakyat kecil dan keunggulan putra putri daerah dalam membangun Kabupaten Karo ke depan, dengan program Pesikap Kutata dan Pesikap kuta kemulihen,” kata Roy Fachraby Ginting optimis. (rel/r10/h) SIB

Melita Meliala

melita meliala di Indonesia Mencari bakatBNama lengkapnya adalah Melita Berlina Br Meliala. Lahir di sebuah Kota Kecil, Kabanjahe yang terletak di Kabupaten Karo Sumatera Utara pada tanggal 18 Oktober 1985. Sejak kecil Melita sudah senang bernyanyi. Dia sering mengisi acara di sekolahnya. Melita sudah mulai belajar bermain gitar secara otodidak sejak masih duduk di kelas 6 SD.

Mari kita dukung nande biring di ajang Indonesia Mencari Bakat. Facebook Fan Page http://www.facebook.com/pages/Melita-Meliala/155993707758840 untuk mendukung Ketik IGTMELITA kirim ke 9200.

Tiga Pastor Paroki Pimpin Misa Syukur Dihadiri Ribuan Umat

nande2 sangana rendeSebagai ungkapan syukur Kepada Tuhan atas kembalinya puluhan ribu masyarakat dari tempat pengungsian selama letusan Gunung Sinabung, diadakanlah misa syukur, Minggu (10/10) di Lost Desa Berastepu Kecamatan Naman Teran. Misa syukur yang dihadiri seribuan masyarakat itu dipimpin 3 pastor paroki, di antaranya Pastor Rudianto Sitanggang Pr dari Paroki St Petrus dan Paulus, Kabanjahe Pastor Stepanus Sitohang OFM Cap dari Paroki Tigabinanga dan Pastor Uly Raja Simarmata Pr dari Paroki Siantar.

Kotbah disampaikan Pastor Uly Raja Simarmata Pr mengingatkan kepada seluruh umat bahwa dalam hidup kita baik suka dan duka adalah penyelenggaraan Tuhan. Tidak seperti dalam kisah yang dituliskan di dalam kitab suci tentang 10 warga terkena penyakit kusta. Yesus menyembuhkan mereka, namun hanya sendiri orang Samaria yang mencari Yesus dan berterimakasih kepadaNya. Sedangkan yang 9 orang lagi, lupa dan tidak bersyukur.

Kitapun barangkali lupa akan keberadaan Gunung Sinabung yang selama ini memberi kehidupan bagi kita, namun kita lupa berterimakasih, bahkan selain kita tidak sadar bahwa selama ini kita hanya menguras kesuburan dari gunung ini, kita merusak lingkungan alam ini, bahkan juga telah menodainya. Jadi mari kita menyadari bahwa, dalam semua peristiwa ini merupakan perjalanan keimanan kita kepada Tuhan. Mengambil makna dari peristiwa terjadinya letusan Gunung Sinabung yang tidak disangka-sangka banyak orang diharapkan menjadi permenungan bagi kita semua secara suka dan duka.

“Letusan itu memang membuat semua warga takut, panik dan cemas sehingga mengungsi berhari-hari keluar dari desa-desa yang berada di kaki gunung. Namun dari sisi positifnya, 5 tahun atau 10 tahun mendatang, semburan lava atau belereng dan debu dari gunung akan memberikan kesuburan bagi areal pertanian di sekitar gunung,” tandas Pastor Uly Raja Simarmata yang mengaku sepuluhan tahun silam pernah menjadi misionaris di Tanah Karo.

Sesuai adat budaya Karo, dengan kembalinya seluruh warga ke desanya masing-masing dari tempat pengungsian, “junjungi” (meletakkan beras di atas kepala-red) “beras piher” (beras-red) dilakukan usai Misa. Tiga pastor ini “njunjungi beras piher” kepada masing-masing kepala warga sebagai tanda selamat dan roh badan kembali ke rumah dari peristiwa ketakutan yang selama ini terjadi.Usai misa itu, tim vulkanologi datang ke lost dan memberikan penyuluhan tentang keberadaan Gunung Sinabung. Salah satu yang disampaikannya agar, masyarakat dapat memahami eksistensi gunung berapi Sinabung dan diharapkan dapat beradaptasi dengan gunung tersebut.

“Salah satu yang kita harapkan masyarakat dapat beradaptasi dengan gunung berapi Sinabung ini dan memahami bagaimana sebenarnya gunung berapi seperti Gunung Sinabung ini,” ujar Agus Budianto yang dikonfirmasi SIB, Minggu (10/10) sebelum timnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat berbagai desa yang hadir ke lost tersebut didampingi Ketua Panitia Bastanta Purba, tokoh masyarakat Drs Ngadep Tarigan, calon bupati Dr Petrus Sitepu dan Kapolsek Simpang Empat, AKP E Simamora yang hadir dalam acara tersebut.SIB

Letusan Senjata Api Terdengar di Kawasan Hutan Gunung Sinabung

teroris di gunung sinabung
gambar : karopress

Menurut Kapolres Karo AKBP Drs Ig Agung Prasetyoko, SH, MH didampingi Pasi Intel Kodim 0205/TK, Kapten Inf Junaidi bahwa, penyisiran lokasi gunung Sinabung setelah adanya info dari masyarakat dan turis bahwa, saat mereka mendaki gunung Sinabung, Selasa (5/10) pagi, terkejut mendengar beberapa letusan senjata api saat mereka berada di kawasan hutan Sinabung.

Hal ini dibenarkan Pelin Pelawi kepada SIB, Rabu (6/10) saat bersama mengikuti rombongan TNI-Polri menyisir gunung Sinabung. Dilanjutkan Pelin Pelawi lagi bahwa, sesuai pengakuan Hendri Ginting, quite turis asal Perancis dan Belanda, Condra (asal Prancis), Chrats (asal Prancis) dan Robert (asal Belanda) kepadanya, Selasa (5/10) sekembali dari gunung Sinabung di kantin danau Lau Kawar, juga mengakui ada beberapa kali letusan senjata api saat Hendri Ginting bersama turis mencoba mendaki gunung Sinabung.

Ketika ditanya Kapolres Karo, tentang adanya serentetan letusan senjata api saat mendaki gunung Sinabung tersebut, belum dapat merinci, siapa pelaku letusan senjata api tersebut dan juga belum dapat memprediksi berapa jauh jarak letusan itu dengan pihaknya di hutan Sinabung. Kita belum tahu, apakah tempat ini tempat persembunyian atau tempat latihan diduga oknum anggota teroris, belum diketahui secara pasti. Yang jelas, sampai saat ini belum ada kita temukan faktanya.

Beberapa tanda-tanda dengan potongan dahan kayu kita temukan di tengah hutan. Dahan itu dibuat seperti penunjuk arah. Ini sudah kita amankan dan beberapa bungkusan plastik tempat makanan juga kita amankan,” tambah Kapolres. (M37/M30/y) SIB