Pengungsi Gunung Sinabung Jadi 15.281 Orang

sinabung erdepur

sinabung erdepur

Kabanjahe – Warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung terus bertambah. Data terakhir menunjukkan jumlahnya mencapai 15.281 orang.

Petugas posko penanggulangan bencana menyebutkan, penempatan para pengungsi ini sekarang difokuskan di 16 lokasi. Jumlah ini sudah berkurang banyak karena sebelumnya mencapai 23 titik.

“Ada beberapa lokasi penampungan baru yang lebih besar kapasitasnya,” kata petugas posko S. Tarigan, Kamis (19/9/2013) di Posko Penanggulangan Bencana di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Menurut lembar data yang ditandatangani Komandan Tanggap Darurat dan Operasi, Letkol Kav Prince Meyer Putong, pengungsian terbanyak berada di Jambur Sempakata yang mencapai 2.308 orang. Kemudian di Jambur Adil Makmur 1.904 orang dan di Jambur Pulungan sebanyak 1.900 orang.

Kemudian pengungsi terbanyak berikutnya ada di Jambur Tuah Lopati di Jalan Samura, Kabanjahe, sebanyak 1.600 jiwa, di Jambur Dalihan Na Tolu sebanyak 1.406 jiwa. Sementara pengungsian yang paling sedikit berada di Masjid Agung, Kabanjahe, yakni 182 orang. (detik)

Bupati Karo: Soal Peringatan Dini Tanyakan Sama Tuhan

sinabung

MEDAN – Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, menanggapi dingin keluhan warga yang kecewa dengan ketiadaan peringatan dini atas letusan Gunung Sinabung. Kena Ukur bahkan meminta masyarakat bertanya pada Tuhan soal peringatan dini itu.

“Kalau soal peringatan dini, tanya sama Tuhan lah. Kita mana tahu itu kapan meletusnya, yang pentingkan korban letusan ditangani secara baik,” sebutnya kepada Okezone, Minggu (15/9/2013).

Ketika ditanyakan terkait keberadaan pusat pemantauan gunung api yang di sekitar kaki Gunung Sinabung, Kena Ukur justru mengatakan tidak mendapatkan laporan, sehingga tak bisa ditindaklanjuti pada masyarakat.

“Ya kalau ada informasinya pasti langsung kami sampaikan. Apalagi ini kan soal keselamatan, tapi nyatanya kan ini enggak ada,” tambahnya.

Untuk diketahui Letusan Gunung Sinabung yang terjadi dini hari tadi sekira pukul 03.00 WIB, memaksa sekitar 3.700 penduduk mengungsi. Bahkan dilakukan pengosongan terhadap enam desa yang disinyalir sebagai lokasi rawan terdampak. Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. (ris/okezone)
sinabung

Twitter Radio Karo

Lagu lagu si i putar bas http://www.karo.or.id/radio/ otomatis i kirim ku twitter @radiokaroonline. COntohna bagi sibas teruh enda

Lit sitik kurangna, emekap la langsung tiap ganti lagu i update, lit jedana sekitar 30 detik :) hehehee, jadi judul si pasna si sangana i putar emekap bas http://karo.or.id/radio.

O Mio Flamenko Karo

begiken kai nina lagu enda :)
[soundcloud url=”http://api.soundcloud.com/tracks/52902606″ params=”” width=” 100%” height=”166″ iframe=”true” /]

Taman Alam Lumbini Ramai Dikunjungi Saat Liburan

Berastagi, Sumut, 25/12 (ANTARA) – Objek wisata Taman Alam Lumbini di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, kian ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat musim libur.

Di sana pengunjung antara lain dapat menyaksikan kemegahan bangunan pagoda emas yang merupakan replika dari Pagoda Shwedagon Myanmar.

“Biasanya setiap hari libur, pengunjung selalu memadati replika Pagoda tertinggi di Indonesia yang berjarak sekitar 55 kilometer dari kota Medan tersebut,” kata Jhoni, seorang Staf Pengelola Taman Alam Lumbini di Tongkoh, Selasa.

Menurut dia, sejak resmi dibuka untuk umum pada Oktober 2010, cukup banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke taman seluas tiga hektar itu, guna melihat secara langsung bangunan replika Pagoda Shwedagon yang merupakan replika tertinggi kedua di antara replika sejenis yang berada di Birma.

Dikatakannya, banyak wisatawan non-Buddhis yang berasal dari berbagai daerah datang ke lokasi yang berjarak sekitar delapan kilometer dari kota Berastagi tersebut, untuk sekedar berfoto, sedangkan penganut Buddha memanfaatkan waktunya sekalian untuk melakukan sembahyang.

Objek wisata tersebut, kata dia, menjadi tempat favorit para photographer, karena keindahan arsitektur Pagoda, memberikan nuansa tersendiri, seolah-olah sedang berada di luar negeri.

Bahkan, kata dia, replika dimaksud pernah dicatatkan hingga mendapat rekor MURI untuk kategori stupa tertinggi di Indonesia, serta termasuk sebagai replika tertinggi nomor dua di Asia Tenggara.

Dalam Pagoda tersebut terdapat empat rupang Buddha berukuran sedang pada bagian tengah yang menghadap ke empat sisi ruangan, dan pada bagian tengahnya dijadikan sebagai arena bagi pengunjung yang hendak bersembahyang.

Jhony menjelaskan, dalam pagoda itu tersimpan sebanyak 2.958 rupang Buddha, 30 rupang Arahat dan 108 relik suci serta hampir seluruhnya dibawa langsung dari Myanmar, termasuk puncak pagoda setinggi 46,8 meter di atas stupa.

Selain itu, juga terdapat taman-taman bunga serta berbagai jenis pohon langka di sekitar jurang di bawah pagoda emas serta arena bermain anak-anak, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana rekreasi alam yang sehat lewat berbagai alat olah raga kebugaran yang tersedia.

Sementara itu, Yosie Fatimah (22), salah seorang pengunjung Taman tersebut menyebutkan, dirinya sangat terkesan dengan kemegahan Pagoda dimaksud, dan tidak perlu lagi pergi jauh ke Myanmar, jika ingin melihat Shwedagon.

Dikatakannya, secara sengaja bersama keluarganya, mereka ingin menyaksikan langsung kemegahan replika Pagoda Shwedagon di Taman Alam dengan udara nyaman yang sejuk dari kaki gunung Sibayak di Kabupaten Karo tersebut.

Untuk memasuki pagoda, kata dia, tidak dipungut biaya, tapi harus mematuhi peraturan tertentu serta melepaskan alas kaki, dan tidak boleh memotret menggunakan blitz, tidak diizinkan makan dan minum di dalam areal tersebut
“Rasanya seperti sedang berada di Myanmar saja, saat menyaksikan pagoda berwarna kuning emas yang berdiri dengan megah dengan kebun-kebun bunga dan sayuran sepanjang kiri kanan jalan,” kata Yosie.

Hama Serang Tanaman Tomat Petani Kabupaten Karo

Tanah Karo, 27/6 (Antarasumut) – Sejumlah lahan pertanian tanaman tomat di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, terserang hama sehingga mengakibatkan buah tomat membusuk menjelang dipanen.

Beberapa petani di Kabupaten Tanah Karo, Kamis, menyebutkan, serangan hama jenis “rhizoctonia” itu umumnya diawali dengan munculnya bercak berwarna coklat kehitaman pada permukaan kulit tomat dan kemudian melebar hingga membuat buah menjadi busuk.

Kondisi tanaman tomat yang sudah terserang hama busuk buah sulit berkembang secara normal, sehingga banyak petani memilih lebih awal memetik buah tomat untuk menghindari serangan hama menjadi lebih parah.

“Buah tomat yang terserang penyakit “rhizoctonia” umumnya mengalami retak dan kemudian membusuk,” ucap L. Purba, petani Desa Pancur Batu, Kabupaten Karo.

Menurut dia, hama tersebut umumnya muncul di tengah minimnya curah hujan yang mengguyur salah satu sentra produksi pertanian di wilayah itu.

Buah tomat yang terserang hama “rhizoctonia” umumnya sengaja dipetik dan dibuang petani dan dibakar di sekitar lahan tersebut karena kelak dianggap dapat menambah tingkat kesuburan tanah.

Purba menambahkan, sebagian besar wilayah Karo selama hampir satu bulan terakhir relatif minim diguyur hujan.

Diakuinya, serangan hama tersebut turut menjadi pemicu anjloknya harga jual tomat di tingkat petani menjadi turun tajam.

“Harga tomat di desa kami saat ini hanya sekitar Rp2.500 per kilo gram,” ujarnya.

Sementara, harga tomat semula diharapkan oleh kalangan petani di daerah itu bisa mencapai di atas Rp5.000 per kg, terkait dengan meningkatnya permintaan pasar menjelang bulan puasa Ramadhan.

Ia memperkirakan serangan hama “rhizoctonia” juga terjadi hampir merata di Kabupaten Karo.

“Kami tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi serangan “rhizoctonia”, kecuali secepatnya memetik buah tomat yang belum relatif parah terkena serangan hama,” ucap Purba.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Tanah Karo selama ini merupakan salah satu sentra produksi tomat terbesar di Sumatera Utara (Sumut).

Buah tomat yang dipanen petani di daerah itu umumnya dipasarkan ke sejumlah kabupaten/kota di Sumut.(TNA)

99,4 Persen Bacaleg di Karo Tidak Penuhi Syarat

Kabanjahe, (Analisa). Dari 379 bakal calon legislatif (Bacaleg)yangterdaftar di KPUD Karo, sebagai pesertaPemilu legislatif tahun 2014 mendatang, hanya dua orang yang dinyatakan memenuhisyarat, 377 lagi (99,4 persen) tidak memenuhi syarat dan harus melakukan perbaikan administratif.

BacalegPartai Hanura, daerah pemilihan (Dapem) II nomor urut3, Iswadi Purba dan Bacaleg Partai PDI Perjuangan, Dapem II nomor urut 2, Elliwati Br Purbacalon anggota legislatif yang dinyatakanberhasil melewati tahapan seleksi pertama sesuai kriteria yang ditetapkan KPUKaro.

“236 bundel Bacaleg laki-laki serta 141 dokumenBacaleg perempuan, telah kita kembalikan ke partainya masing-masing pada tanggal 7-8 Mei lalu. Tenggang masa perbaikan secara pribadi dan internal partai kita berikanwaktudua pekan, Rabu (22/5) mendatang, dokumen yang dalam tahap perbaikan dikembalikan ke KPU,” ujar Ketua KPUD Karo Benyamin Pinem, ST didampingi anggotanya Jesaya Pulungan, SH.

Benyamin mengatakan, mayoritas berkas Bacalegyangbermasalah terletak pada ketidaksinkronan data KTP dengan identitas lainnya. Misalnya, dengan nama pada ijazah. Sementara faktor tidak memenuhi syarat lainnya terletak pada surat kesehatan, yang disertakanbukan dari instansi yang ditentukan, serta ijazah yang tidak dilegalisir.

Selain itu, Bacaleg tidakmemenuhi syarat karena faktor usia (di bawah umur), hanya dua orang. BacalegPartai Hanura, Dapem IV nomor urut 1, Diana M Matondangdan satu lagi dari Partai Golkar, Dapem I nomor urut 6, Agitha C Purba.

Sementara yang ganda ada satu orang, yaitu Ronal Naibaho. Dia dicalonkan Partai Nasdem dan PKPI sebagai Bacaleg no urut 2 di Dapem IV,” papar Benyamin. (ps)