Laporan Perkembangan Gunung Sinabung Tanggal 23 Sep 2013 sampai Pukul 06.00 WIB

KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA
BADAN GEOLOGI
JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122
JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950
Telepon: 022-7212834, 5228424, 021-5228371 Faksimile: 022-7216444, 021-5228372 E-mail: geologi@bgl.esdm.go.id

I. PENDAHULUAN

Gunungapi Sinabung secara administratif terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, secara geografis terletak pada posisi 3o 10’ LU, 98o 23,5’ BT dengan ketinggian 2460 meter di atas permukaan laut, berbentuk strato

Paska penurunan aktivitas vulkanik G. Sinabung, yaitu dari status Awas menjadi Siaga pada tanggal 23 September 2010 dan dari Siaga menjadi Waspada pada tanggal 7 Oktober 2010, aktivitas vulkanik cenderung menurun namun dengan fluktuasi. Pemantauan dengan metoda visual, seismik, dan deformasi terus dilakukan untuk melakukan penilaian tingkat aktivitas G. Sinabung. Tanggal 15 september 2013 aktivitas G. Sinabung meningkat sehingga status G. Sinabung dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga.

I. VISUAL

A. Tanggal 22 September 2013

Pukul 00.00 – 06.00 WIB, Cuaca berawan-mendung, angin perlahan-sedang dari arah barat, suhu udara 16.5 °C. Gunung tertutup kabut OII.

Pukul 06.00 – 12.00 WIB, Cuaca cerah-berawan, angin perlahan – sedang dari arah Barat, suhu udara 17-26°C. Gunung kabut 0I.

Pukul 12.00 – 18.00 WIB, Cuaca cerah, angin perlahan – sedang dari arah Barat, suhu udara 23-26°C,Gunung jelas asap putih tebal 50m condong ke Tenggara.

Pukul 18.00 – 24.00 WIB, Cuaca cerah, angin perlahan – sedang dari arah Barat, ,Gunung malam hari tak teramati, suhu udara 17-19°C.

B. Tanggal 23 September 2013

Pukul 00.00 – 06.00 WIB, Cuaca Cerah, angin perlahan-sedang dari arah barat, Gunung jelas, asap putih tebal 50-150 m, suhu udara 17-19 °C.

II. KEGEMPAAN

A. Tanggal 22 September 2013

Pukul 00.00 – 06.00 WIB, 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) amplituda 9 mm, lama gempa 8 detik, S-P 1.5 detik, 1 kali gempa Vulkanik dangkal (VB) amplitude 6, lama gempa 5.5, 1 kali gempa tektonik jauh, amplitude 7mm, lama gempa 130 detik, 1 kali gempa Tektonik Lokal, amplitude 10mm, lama gempa 25 detik, S-P 4.5 detik.

Pukul 06.00 – 12.00 WIB, 3 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) amplituda 5-10 mm, lama gempa 6,5-12 detik, S-P 1,5 – 2 detik. 2 kali gempa Hembusan (Hb) amplituda 4 – 7 mm lama gempa 20 – 25 detik.

Pukul 12.00 – 18.00 WIB, 3 kali tektonik jauh(TJ),amplitude 18-44mm, lama gempa 80-230 detik, S-P 34 – 52.5 detik. 1 kali gempa Hembusan (Hb) amplituda 10 mm, lama gempa 20 detik.

Pukul 12.00 – 18.00 WIB, 3 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) amplituda 5-7 mm, lama gempa 5-6 detik, S-P 0,5-1 detik.

B. Tanggal 23 September 2013

Pukul 00.00 – 06.00 WIB, 5 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) amplituda 4-10 mm, lama gempa 5-10 detik, S-P 0,5-1 detik, 2 kali gempa Hembusan (Hb) amplituda 3 mm lama gempa 10 – 12 detik , 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ), amplitude 6 mm, lama gempa 745 detik, S-P – detik.

III. ANCAMAN BAHAYA

Kawasan rawan bencana III (KRB III), adalah kawasan yang sangat berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran lava, lontaran batu (pijar), hujan abu lebat dan gas beracun.

Kawasan rawan bencana II (KRB II), adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran lava, lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat.

Kawasan rawan bencana I (KRB I) adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar dan tertimpa hujan abu. Apabila letusannya membesar, maka kawasan ini

kemungkinan berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) berdiameter lebih kecil dari 2 cm.

IV. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis pemantauan kegempaan dan visual, maka kegiatan G. Sinabunghingga tanggal 23 September 2013 pukul 06:00 WIBmasih pada status Siaga (Level III).

Aktivitas vulkanik G. Sinabung berdasarkan pengamatan visual maupun instrumental masih berfluktuasi.

Jika terjadi perubahan peningkatan/penurunan aktivitas vulkanik G. Sinabung secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat dinaikan/diturunkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya.

V. REKOMENDASI

Sehubungan dengan G. Sinabung dalam status SIAGA, maka kami rekomendasikan:

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melakukan aktivitas pada radius 3 km dari Kawah Sinabung. Masyarakat di Desa Sukameriah yang berada dalam radius 3 km agar diungsikan terlebih dahulu.
Perlunya penyediaan masker dan air bersih di daerah-daerah yang terdampak hujan abu.
Jika masyarakat yang berada di luar radius 3 km dan merasa tidak nyaman dengan keberadaan hujan abu, maka disarankan agar masyarakat di daerah terdampak hujan abu untuk mengungsi ke tempat yang dinilai aman.
Masyarakat agar tetap tenang dan agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Karo / Muspida Karo yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas G. Sinabung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung di Jl. Kiras Bangun, Gg. Kayu Bakar, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo selalu berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten / Muspida Karo, BPBD Provinsi dan Satlak PB Kabupaten Karo dalam memberikan informasi tentang aktivitas G. Sinabung.
Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan Satlak PB Kabupaten Karo dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Sinabung.

Laporan Perkembangan Gunung Sinabung Tanggal 20 Sep 2013 sampai Pukul 12.00 WIB

KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA
BADAN GEOLOGI
JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122
JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950
Telepon: 022-7212834, 5228424, 021-5228371 Faksimile: 022-7216444, 021-5228372 E-mail: geologi@bgl.esdm.go.id

I. PENDAHULUAN

Gunungapi Sinabung secara administratif terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, secara geografis terletak pada posisi 3o 10’ LU, 98o 23,5’ BT dengan ketinggian 2460 meter di atas permukaan laut, berbentuk strato

Paska penurunan aktivitas vulkanik G. Sinabung, yaitu dari status Awas menjadi Siaga pada tanggal 23 September 2010 dan dari Siaga menjadi Waspada pada tanggal 7 Oktober 2010, aktivitas vulkanik cenderung menurun namun dengan fluktuasi. Pemantauan dengan metoda visual, seismik, dan deformasi terus dilakukan untuk melakukan penilaian tingkat aktivitas G. Sinabung. Tanggal 15 september 2013 aktivitas G. Sinabung meningkat sehingga status G. Sinabung dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga.

I. VISUAL

A. Tanggal 20 September 2013

Pukul 00.00 – 06.00 WIB, Cuaca berawan-cerah, angin kencang dari arah barat laut, suhu udara 15-17 °C. Gunung tampak jelas,asap putih tebal, tinggi asap 50m.
Pukul 06.00 – 12.00 WIB, Cuaca mendung-cerah, angin perlahan – kencang dari arah Barat, suhu udara 15-23°C. Gunung jelas – 0 – I kabut, asap putih sedang. Tinggi asap 50m.

II. KEGEMPAAN

A. Tanggal 20 September 2013

Pukul 00.00 – 00.06 WIB, 6 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) amplituda 8 -37 mm, lama gempa 6 – 18 detik, S-P 1,5 – 2 detik, 2 kali gempa Hembusan (Hb) amplituda 7 – 8 mm lama gempa 20-25 detik.
Pukul 06.00 – 12.00 WIB, 7 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) amplituda 12-110 mm, lama gempa 8-35 detik, S-P 1,5 – 2,5 detik. 2 kali gempa Hembusan (Hb) amplituda 15-21 mm lama gempa 15-27 detik.

III. ANCAMAN BAHAYA

Kawasan rawan bencana III (KRB III), adalah kawasan yang sangat berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran lava, lontaran batu (pijar), hujan abu lebat dan gas beracun.

Kawasan rawan bencana II (KRB II), adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran lava, lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat.

Kawasan rawan bencana I (KRB I) adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar dan tertimpa hujan abu. Apabila letusannya membesar, maka kawasan ini kemungkinan berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) berdiameter lebih kecil dari 2 cm.

IV. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis pemantauan kegempaan dan visual, maka kegiatan G. Sinabung hingga tanggal 20 September 2013 pukul 12:00 WIBmasih pada status Siaga (Level III).

Aktivitas vulkanik G. Sinabung berdasarkan pengamatan visual maupun instrumental masih berfluktuasi.

Jika terjadi perubahan peningkatan/penurunan aktivitas vulkanik G. Sinabung secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat dinaikan/diturunkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya.

V. REKOMENDASI

Sehubungan dengan G. Sinabung dalam status SIAGA, maka kami rekomendasikan:

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melakukan aktivitas pada radius 3 km dari Kawah Sinabung. Masyarakat di Desa Sukameriah yang berada dalam radius 3 km agar diungsikan terlebih dahulu.
Perlunya penyediaan masker dan air bersih di daerah-daerah yang terdampak hujan abu.
Jika masyarakat yang berada di luar radius 3 km dan merasa tidak nyaman dengan keberadaan hujan abu, maka disarankan agar masyarakat di daerah terdampak hujan abu untuk mengungsi ke tempat yang dinilai aman.
Masyarakat agar tetap tenang dan agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Karo / Muspida Karo yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas G. Sinabung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung di Jl. Kiras Bangun, Gg. Kayu Bakar, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo selalu berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten / Muspida Karo, BPBD Provinsi dan Satlak PB Kabupaten Karo dalam memberikan informasi tentang aktivitas G. Sinabung.
Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan Satlak PB Kabupaten Karo dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Sinabung. (kab karo)

Laporan Perkembangan Gunung Sinabung Tanggal 19 Sep 2013 sampai Pukul 18.00 WIB

KEMENTRIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA
BADAN GEOLOGI
JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122
JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950
Telepon: 022-7212834, 5228424, 021-5228371 Faksimile: 022-7216444, 021-5228372 E-mail: geologi@bgl.esdm.go.id

I. PENDAHULUAN

Gunungapi Sinabung secara administratif terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, secara geografis terletak pada posisi 3o 10’ LU, 98o 23,5’ BT dengan ketinggian 2460 meter di atas permukaan laut, berbentuk strato

Paska penurunan aktivitas vulkanik G. Sinabung, yaitu dari status Awas menjadi Siaga pada tanggal 23 September 2010 dan dari Siaga menjadi Waspada pada tanggal 7 Oktober 2010, aktivitas vulkanik cenderung menurun namun dengan fluktuasi. Pemantauan dengan metoda visual, seismik, dan deformasi terus dilakukan untuk melakukan penilaian tingkat aktivitas G. Sinabung. Tanggal 15 september 2013 aktivitas G. Sinabung meningkat sehingga status G. Sinabung dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga.

I. VISUAL

A. Tanggal 19 September 2013

Pukul 00.00 – 06.00 WIB, Cuaca cerah, angin tenang – sedang arah Barat, pada malam hari gunung tak teramati, suhu udara 16-19 °C.

Pukul 06.00 – 12.00 WIB, Cuaca cerah, angin perlahan – sedang dari arah Barat, suhu udara 23°C. Gunung tampak jelas, asap putih sedang. Tinggi asap 100m.

Pukul 12.00 – 18.00 WIB, Cuaca berawan-mendung, angin tenang – kencang dari arah Barat, suhu udara 21-25 °C. Gunung tampak jelas – kabut 01, asap putih sedang. Tinggi asap 50 – 100m.

II. KEGEMPAAN

A. Tanggal 19 September 2013

Pukul 00.00 – 00.06 WIB, 3 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) amplituda 7 -120 mm, lama gempa 6 – 37 detik, S-P 1 – 3 detik, 1 kali gempa Hembusan (Hb) amplituda 5 mm lama gempa 12 detik.

Pukul 06.00 – 12.00 WIB, 9 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) amplituda 5 -24 mm, lama gempa 6- 20 detik, S-P 1 – 4 detik. 1 kali gempa Hembusan (Hb) amplituda 9 mm lama gempa 22 detik. 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ) amplitude 11 mm, lama gempa 125 detik, S-P 50 detik.

Pukul 12.00 – 18.00 WIB, 9 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) amplituda 4 -28 mm, lama gempa 5 – 15 detik, S-P 1 – 2,5 detik.

III. ANCAMAN BAHAYA

Kawasan rawan bencana III (KRB III), adalah kawasan yang sangat berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran lava, lontaran batu (pijar), hujan abu lebat dan gas beracun.

Kawasan rawan bencana II (KRB II), adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran lava, lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat.

Kawasan rawan bencana I (KRB I) adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar dan tertimpa hujan abu. Apabila letusannya membesar, maka kawasan ini kemungkinan berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) berdiameter lebih kecil dari 2 cm.

IV. KESIMPULAN

Aktivitas vulkanik G. Sinabung berdasarkan pengamatan visual maupun instrumental masih berfluktuasi.

Jika terjadi perubahan peningkatan/penurunan aktivitas vulkanik G. Sinabung secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat dinaikan/diturunkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya.

V. REKOMENDASI

Sehubungan dengan G. Sinabung dalam status SIAGA, maka kami rekomendasikan:

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melakukan aktivitas pada radius 3 km dari Kawah Sinabung. Masyarakat di Desa Sukameriah yang berada dalam radius 3 km agar diungsikan terlebih dahulu.
Perlunya penyediaan masker dan air bersih di daerah-daerah yang terdampak hujan abu.
Jika masyarakat yang berada di luar radius 3 km dan merasa tidak nyaman dengan keberadaan hujan abu, maka disarankan agar masyarakat di daerah terdampak hujan abu untuk mengungsi ke tempat yang dinilai aman.
Masyarakat agar tetap tenang dan agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Karo / Muspida Karo yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas G. Sinabung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung di Jl. Kiras Bangun, Gg. Kayu Bakar, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo selalu berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten / Muspida Karo, BPBD Provinsi dan Satlak PB Kabupaten Karo dalam memberikan informasi tentang aktivitas G. Sinabung.
Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan Satlak PB Kabupaten Karo dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Sinabung.

Posko Penampungan Pengungsi Bencana Gunung Sinabung per 19 Sep 2013-18.00 WIB

POSKO

POS PENAMPUNGAN

ALAMAT

JUMLAH

KONTAK PERSON

1

JAMBUR SEMPAKATA

Jl.Jamin Ginting samping PLN Kabanjahe

2308

Camat Naman Teran

08137690302

2

JAMBUR TUAH LOPATI

Jl. SAMURA KABANJAHE

1600

ELIAS

3

JAMBUR DALIHAN NA TOLU

Jl. Kartini

650

P. SARAGIH

08887800124

4

JAMBUR PAYUNG

jl Tiganderket PAYUNG

1500

Camat Payung

081361107576

5

MESJID ISTIKAR BERASTAGI

Jl. Taman Mejuah-juah

310

CAMAT MERDEKA

6

MESJID AGUNG

Jl. Veteran simpang 3 Kabanjahe

182

MULIA PURBA

08126433466

7

KLASIS GBKP

Jl. Kiras Bangun Kabanjahe

800

8

KLASIS BERASTAGI (Laki-laki)

Jl.Udara Berastagi

496

Camat Berastagi

081375240052

9

KWK BERASTAGI (PEREMPUAN)

Jl.Udara Berastagi

537

Camat Berastagi

081375240052

10

GBKP KOTA(Gedung KKR)

Jl. Kiras Bangun Kabanjahe

1200

Pdt. Christoper

81376291768

11

GBKP KOTA (Gedung Serbaguna)

Jl. Kiras Bangun Kabanjahe

239

Pdt. Christoper

81376291768

12

GBKP Simp.VI

Jl.Mariam Ginting

220

Pdt. Ginus Bangun

081361625080

13

PAROKI (Gereja Katolik Kabanjahe)

Jl.Irian

340

BASTANTA PURBA

081361525735, 08126403803

14

GBKP Sukamakmur (Retreat Center)

200

15

GBKP Jl. Kotacane

190

16

GBKP Asrama Kodim

9

Jidin Sinulingga, Lurah Padangmas

-

17

ZENTRUM (PPWG Kabanjahe)

Jl. Nabung Surbakti

339

Pdt. Penata Manik

81361178705

18

KNPI (Gedung Serbaguna)

Jl.Pahlawan

200

Bali Ukur Ginting

081329931111

19

GPdI Ora et Labora

Jl.Jamin Ginting Dpn Simp. Kaban

105

Suarman Zandroto

085371733851

20

GEREJA GBKP KATEPUL

275

BIASA BARUS

085276666009

21

GEREJA BETHEL KABANJAHE

49

PDM. Susilowati br. Barus

082370724035

22

Posko Tongkoh (Jambur Tongkoh)

307

Sekcam,Camat B.Jahe

081260668606, '081362261268

23

Kantor ASAP

58

Jidin Sinulingga, Lurah Padangmas

085262051201, 081375450777

24

BATUKARANG

921

Dani

081396611641

25

KUTA RAYAT

1900

TOTAL

14935

Catatan :

  • Data ini sampai dengan tanggal 19 September 2013 Pukul 18.00 Wib

Pengungsi Gunung Sinabung Telantar

Tanah Karo – Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sumatera Utara (BNPB Sumut) bersama dengan TNI sangat menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Tanah Karo karena sangat lamban dalam membantu masyarakat pengungsi Gunung Sinabung.

“Banyak bantuan yang mau disalurkan terkendala tanda tangan dari Bupati Tanah Karo Kena Ukur Karo Jambi Surbakti. Bupati belum meneken surat penetapan penanganan bencana. Penanganan pengungsi mengecewakan,” ujar Kepala BNPB Sumut, Asren Nasution, Rabu (18/9) sore.

Asren mengatakan, lambannya penyaluran bantuan bencana pascaletusan gunung berapi tersebut, akhirnya membuat pengungsi menjadi telantar. Tidak sedikit dari mereka yang kelaparan akibat minimnya bantuan.

Ada bantuan dari BNPB Pusat, Bulog, Basarnas Pusat, dan kementerian. Namun karena Bupati Karo belum menandatangani surat tanggap darurat tersebut, bantuan itu tidak bisa disalurkan. Dari BNPB Pusat ada bantuan dana sebesar Rp 300 juta untuk penyediaan pangan pengungsi, yang seharusnya dari sejak Selasa kemarin disalurkan.

“Kita sangat menyesalkan lambatnya penanganan bencana ini. Masyarakat jadi banyak yang kelaparan. Seharusnya, dalam kondisi darurat seperti ini mempercepat proses administrasi. Hal yang terjadi sekarang justru terkesan diperlambat. Kita tidak mengetahui alasan kelambatan ini,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi ini bisa membahayakan nasib pengungsi. Oleh sebab itu, perlu diambil keputusan yang cepat supaya pengungsi tidak terancam kelaparan. Padahal, bila bantuan dari BNPB Pusat itu masih kurang tentunya bisa diminta penambahan sesuai dengan kebutuhan.

“Keterlambatan ini yang membuat kita tidak bisa berbuat banyak, apakah bantuan dana sebesar Rp 300 juta dari BNPB Pusat itu sudah mencukupi atau tidak. Bila masih kurang masih bisa diminta untuk membantu kembali. Ini belum termasuk bantuan dari Bulog dan lainnya,” sebutnya.

Komandan Korem (Danrem) 023/KS Kolonel Inf Andika menyampaikan, kondisi ini harus cepat ditangani supaya pengungsi tidak kelaparan. Sebagai pemegang hak otorisasi di di Tanah Karo, Andika mengharapkan Bulog memberikan hutang untuk menyalurkan satu ton beras di setiap posko pengungsi.

“Ada 15 posko pengungsi korban letusan gunung merapi di daerah ini. Artinya, setiap posko disalurkan beras sebanyak satu ton. Jumlah beras yang disalurkan secara total sebanyak 15 ton. Dalam satu posko dihuni oleh ribuan pengungsi. Penyaluran ini harus segera dilakukan agar pengungsi tidak kelaparan,” sebutnya.

Kepala Kesbangpol Linmas Pemkab Karo Ronda Tarigan membantah tudingan tersebut. Menurutnya, surat tanggap darurat tersebut sudah ditandatangani oleh Bupati. Bahkan, surat yang diteken itu sudah dikirim ke pusat dengan tembusan BNPB Sumut. Diduga, surat itu tidak sampai ke tangan Kepala BNPB Sumut.

“Mungkin surat itu hanya sampai ke bagian anak buah, dan belum sampai ke tangan Kepala BNPB Sumut. Dalam surat itu ditetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari, yaitu sejak tanggal 15 hingga 22 September nanti. Namun waktu tanggap darurat ini masih bisa diperpanjang jika kondisi gunung Sinabung terus mengeluarkan abu vulkanik,” sebutnya.

Masyarakat korban bencana letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), mulai terserang penyakit demam, sesak nafas dan infeksi saluran pernafasan di tengah pengungsian.

Soalnya, selain menghirup udara bercampur abu vulkanik, masyarakat pengungsi khususnya anak-anak, juga dipastikan kedinginan karena mengungsi di tempat terbuka yang hanya beratapkan tenda.

“Kami mengharapkan pemerintah memberikan bantuan selimut, susu dan juga makanan khusus untuk bayi,” ujar seorang pengungsi asal Desa Sukandebi, Nurliana beru Ginting (42).

Nurlina merupakan ibu dari 3 orang anak yang masih kecil.

Selain memberikan bantuan makanan dan obat-obatan, pemerintah diminta mengerahkan tim medis untuk mengobati pengungsi yang sudah terserang penyakit. Banyak warga yang terserang penyakit batuk dan demam.

“Masih banyak pengungsi yang kelaparan di tengah malam. Cuaca yang sangat dingin apalagi tinggal di tempat terbuka, membuat kami pengungsi merasa tersiksa. Dapur umum belum maksimal,” katanya.

Pengungsi lainnya, Elisa beru Tarigan (37), menyampaikan, untuk menghangatkan tubuh anak-anak yang berusia di bawah lima tahun tersebut, mereka sebagai orangtua hanya mengandalkan sarung dan melapiskan baju anak-anaknya.

“Ada ratusan anak-anak yang berada di tengah pengungsian. Mereka sangat rentan dihinggapi penyakit di tengah musibah bencana tersebut. Kami sangat membutuhkan tim medis disediakan di setiap lokasi pengungsian,” harapnya.

Jumlah pengungsi arga akibat letusan Gunung Sinabung mencapai 4.739 orang. Mereka tersebar di delapan lokasi penampungan di Jambur Sempakata Jl Jamin Ginting sebanyak 1.453 orang.

Pengungsi lain di Klasis GBKP Jl Kiras Bangun sebanyak 590 orang, dan di GBKP Kota Jl. Kiras Bangun sebanyak 1.400 orang. Ada 60 orang pengungsi di Masjid Agung Jl. Veteran, dan di Sentrum Jl Nabung Surbakti ada 56 orang.

Selain itu, pengungsi di Gereja Katolik Jl. Irian, sebanyak 60 orang, di Kecamatan Berastagi ada 700 pengungsi di Jambur Taras, dan di Kecamatan Payung ada 420 pengungsi. Seluruh pengungsi membutuhkan pertolongan. (sumber beritasatu.com)

Pengumumen Status Gunung Sinabung

PENGUMUMAN
NO : 03/PTDP/IX/2013

BERDASARKAN DATA PUSAT VULKANOLOGI DAN MITIGASI BENCANA GEOLOGI (PVMBG) TERHADAP AKTIVITAS VULKANIK GUNUNG SINABUNG TAHUN 2010, POTENSI AKTIVITAS VULKANIK GUNUNG SINABUNG SAAT INI TIDAK AKAN LEBIH BURUK DARI TAHUN 2010. STATUS SIAGA (LEVEL III) SAAT INI MENEMPATKAN KAWASAN DALAM RADIUS 3 KM DARI PUSAT AKTIVITAS VULKANIK GUNUNG SINABUNG SEBAGAI KAWASAN  RAWAN BENCANA III. DILUAR RADIUS 3 KM MERUPAKAN KAWASAN YANG RELATIF LEBIH AMAN.

SEBAGAI TAHAP AWAL, POSKO PENANGULANGAN BENCANA GUNUNG SINABUNG MEMUTUSKAN UNTUK MEMPERBOLEHKAN WARGA MASYARAKAT YANG TINGGAL DI LUAR KAWASAN BERADIUS 5 KM DARI PUSAT AKTIVITAS VULKANIK GUNUNG SINABUNG UNTUK KEMBALI KERUMAH MASING-MASING TERHITUNG MULAI HARI JUMAT, 20 SEPTEMBER 2013.

18 DESA YANG BERADA DALAM RADIUS 5 KM DARI PUSAT AKTIVITAS VULKANIK GUNUNG SINABUNG  DIMANA WARGA MASYARAKATNYA BELUM DIPERBOLEHKAN KEMBALI KERUMAH MASING-MASING ADALAH :

    TORONG  KECAMATAN  SIMPANG EMPAT
    GAMBER  KECAMATAN  SIMPANG EMPAT
    BERASTEPU   KECAMATAN   SIMPANG EMPAT
    KUTA TONGGAL  KECAMATAN SIMPANG EMPAT
    KUTA MBELIN   KECAMATAN  NAMAN TERAN
    SUKANALU    KECAMATAN   NAMAN TERAN
    SIMACEM    KECAMATAN    NAMAN TERAN
    BEKERAH   KECAMATAN NAMAN TERAN
    SIGARANG-GARANG    KECAMATAN NAMAN TERAN
    KUTA GUGUNG     KECAMATAN NAMAN TERAN
    KUTA RAKYAT   KECAMATAN NAMAN TERAN
    MARDINDING   KECAMATAN  TIGANDERKET
    PERBAJI    KECAMATAN TIGANDERKET
    TEMBURUN   KECAMATAN  TIGANDERKET
    KUTA MBARU    KECAMATAN  TIGANDERKET
    SUKA MERIAH   KECAMATAN    PAYUNG
    GURU KINAYAN    KECAMATAN   PAYUNG
    SELANDI   KECAMATAN   PAYUNG

CATATAN :

BAGI WARGA MASYARAKAT YANG TINGGAL DILUAR RADIUS 5 KM DARI PUSAT AKTIVITAS VULKANIK GUNUNG SINABUNG YANG TELAH MENGUNGSI TAPI MEMILIH UNTUK TETAP TINGGAL DI POS PENGUNGSIAN, MASIH DIIJINKAN UNTUK SEMENTARA SAMPAI ADA KEPUTUSAN POSKO PENANGGULANGAN BENCANA BERIKUTNYA.


KABANJAHE,  19 SEPTEMBER 2013
KETUA