Kamus Karo Online

kamus karo online

kamus karo online

Kamus Karo Online

Kamus dan aksara Karo online bisa diakses di alamat kamus.karo.or.id, versi website ini v 0.1, karena masih banyak yang harus diperbaiki, seperti output hasil pencarian dan juga dari kecepatan pencarian kata.

Fitur Kamus Karo Online

1. Aksara Karo Online
dengan adanya aksara Karo online ini, diharapkan kita tidak lupa akan aksara Karo, dan bagi yang mau belajar aksara Karo makin mudah, karena kata/kalimat yang dicari langsung dibuat ke aksara Karo dan juga dijelaskan pemecahan perkatanya.
aksara karo online
2. Kamus Karo Online
Kamus kata Karo online, ini hanya bisa menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke Karo, dan hanya per kata.

Alat Musik Karo

kulcapi

alat musik karo

Beberapa alat musik karo tradisional karo :
a.Kulcapi
Kulcapi adalah salah satu alat musik tradisional budaya karo. Kulcapi hampir sama dengan gitar akustik biasa hanya saja bedanya kulcapi hanya mempunyai 2 senar (1 dan 2), kulcapi tebuat dari bahan dasar kayu yang di ukir sedemikian rupa hingga menghasilkan suara yang harmony.
kulcapi
b. Sarune.
1. Anak-anak sarune, terbuat dari daun kelapa dan embulu-embulu (pipa kecil) diameter 1 mm dan panjang 3-4 mm. Daun kelapa dipilih yang sudah tua dan kering. Daun dibentuk triangel sebanyak dua lembar. Salah satu sudut dari kedua lembaran daun yang dibentuk diikatkan pada embulu-embulu, dengan posisi kedua sudut daun tersebut,
2.Tongkeh sarune, bagian ini berguna untuk menghubungkan anak-anak sarune. Biasanya dibuat dari timah, panjangnya sama dengan jarak antara satu lobang nada dengan nada yang lain pada lobang sarune,
3. ampang-ampang sarune, bagian ini ditempatkan pada embulu-embulu sarune yang berguna untuk penampung bibir pada saat meniup sarune. Bentuknya melingkar dnegan diameter 3 cm dan ketebalan 2 mm. Dibuat dari bahan tulang (hewan), tempurung, atau perak,
4. batang sarune, bagian ini adalah tempat lobang nada sarune, bentuknya konis baik bagian dalam maupun luar. Sarune mempunyai delapan buah lobang nada. Tujuh di sisi atas dan satu di belakang. Jarak lobang 1 ke lobang adalah 4,6 cm dan jarak lobang VII ke ujung sarune 5,6 cm. Jarak antara tiap-tiap lobang nada adalah 2 cm, dan jarak lubang bagian belakang ke lempengan 5,6 cm.
5. gundal sarune, letaknya pada bagian bawah batang sarune. Gundal sarune terbuat dari bahan yang sama dengan batang sarune. Bentuk bagian dalamnya barel, sedangkan bentuk bagian luarnya konis. ukuran panjang gundal sarune tergantung panjang batang sarune yaitu 5/9.

balobat

c. Gendang
Alat musik gendang adalah berfungsi membawa ritme variasi. Alat ini dapat diklasifikasi ke dalam kelompok membranofon konis ganda yang dipukul dengan dua stik. Dalam budaya musik Karo gendang ini terdiri dari dua jenis yaitu gendang singanaki (anak) dan gendang singindung (induk). Gendang singanaki di tambahi bagian gerantung. Bagian-bagian gendang anak dan induk adalah sama, yang berbeda adalah ukuran dan fungsi estetis akustiknya
Bagian-bagian gendang itu adalah:
gendang karo
1.tutup gendang, yaitu bagian ujung konis atas. Tutup gendang ini terbuat dari kulit napuh (kancil). Kulit napuh ini dipasang ke bingkai bibir penampang endang. Bingkainya terbuat dari bambu.
2.Tali gendang lazim disebut dengan tarik gendang terbuat dari kayu nangka(Artocarpus integra sp). Salah satu sampel contoh ukuran untuk bagian atas gendang anak adalah 5 cm, diameter bagian bawah 4 cm dan keseluruhan 44 cm. ukuran gendang kecil yang dilekatkan pada gendang anak, diameter bagian atas 4 cm, diameter bagian bawah 3 cm, dan panjang keseluruhan 11,5 cm. Alat pukulnya (stik) terbuat dari kayu
3.jeruk purut. Alat pukul gendang keduanya sama besar dan bentuknya. Panjangnya 14 cm dan penampang dan penampung relatif 2 cm.
Untuk gendang indung, diameter bagian atas 5,5 cm, bagian bawah 4,5 cm, panjang keseluruhan 45,5 cm. Bahan alat pukulnya juga terbuat dari kayu jeruk purut. Ukuran alat pukul ini berbeda yaitu yang kanan penampangnya lebih besar dari yang kiri, yaitu 2 cm untuk kanan dan 0,6 cm untuk kiri. Panjang keduanya sama 14 cm.
(Sumber: dari berbagai sumber)

Jeruk Tanah Karo Nasibmu Kini

jeru Karo

jeru Karo

Buah asal Tanah Karo (Sumut) kian terpojok oleh buah impor yang peredarannya membanjiri pasar tradisonal dan modern wilayah itu. Bisnis buah impor ini malah sampai ke pelosok dan pinggiran kota. Indikasinya buah asing ini bukan lagi dominasi pembeli berkantong tebal, tapi juga orang biasa.

“Ini yang bikin kita Mate (nyonyor). Ada istilah Jjeruk Tanah Karo- nasibmu kini,” kata Tarigan, petani jeruk di Tanah Karo, Senin (19/3/2012), ketika disambangi di kebunnya.

Menurutnya, sejak jeruk impor masuk ke hingga pedesaan, jeruk hasil taninya gak laku lagi. Kalau adsa pembeli hanya satu dua orang. “Sisanya busuk. Makanya kita malas memetiknya,” tandasnya bernada prustasi.

Di pasar, memang harga jeruk Tanah Karo yang dulu primadona Indonesia, harganya lebih mahal dari jeruk China misalnya. Selisihnya sekitar Rp15000-1800/kg.

Sebelumnya berdasarkan data diungkapkan Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan Pemprov Sumut Djaili Azwar, 7 Februari, dalam Sinkronisasi Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Hortikultura Tahun 2012 dan Koordinasi Rancangan Tahun 2013 Wilayah Barat, di Medan, dua tahun terakhir Sumut mengimpor 20.851 ton buah. (citraindonesia)

Karo Butuh Tambahan Lima Unit Damkar Baru

Sering kali kita merasa sepele atau menganggap biasa terhadap mobil pemadam kebakaran, disaat tidak ada kebakaran. Namun keadaan seketika berubah, ketika ada kebakaran. Kepanikan, cemas dan takut menyelimuti perasaan setiap mata yang memandang tat kala “sijago merah” melalap bangunan rumah penduduk dengan cepat tanpa kenal kompromi. Maka saat itu pikiran hanya satu, mobil pemadam kebakaran (Damkar) harus segera tiba di lokasi, tanpa memikirkan bagaimana kondisi dan kelayakan mobil pemadam kebakaran.

Demikian halnya, Kabupaten Karo, dari luas wilayah 2.127,25 Km2 atau 212.725 Ha, empat unit mobil pemadam kebakaran, satu diantaranya tidak dapat difungsikan, membuat kinerja Barisan Pencegah dan Pemadam Kebakaran (BP2K), tidak dapat maksimal dalam menaungi, wilayah dataran tinggi Karo.

Kondisi miris tersebut, menurut sejumlah pihak harus segera diatasi mengingat, beberapa tahun belakangan, frekwensi kebakaran melanda wilayah yang dikenal dengan wisata dan komoditi holtikulturanya itu, mengalami peningkatan dan menimbulkan kerugian materi cukup besar.

Kaban Kesbang, Pol dan Linmas Pemkab Karo, Drs Suang Karo-Karo, menjawab andalas, Senin (19/3) mengakui kekurangan armada tersebut. Namun demikian, pihaknya tetap berupaya maksimal. “Soal kekurangan armada bukan jadi alasan, yang jelas kita tetap berupaya semaksimal mungkin sesuai kondisi yang apa adanya,” ujarnya.

Dikatakan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, kerugian materi ditaksir mencapai miliaran rupiah. Pada tahun 2009, rata-rata kebakaran terjadi 2 kali dalam setiap bulan.

“Tahun 2010 dari data yang ada, terjadi peningkatan, yaitu 3 kali kebakaran per bulannya. Sementara di tahun 2011, juga terjadi 3 kali kebakaran dalam satu bulan. Kerugian materi yang ditaksir, dalam setiap peristiwa rata-rata antara Rp 500 hingga Rp 600 juta. Sedangkan tahun ini, hingga bulan Maret, telah terjadi 5 kejadian,” ungkap Suang.

Sesuai keterangan Kaban Kesbang, Pol dan Linmas pihaknya sejak tahun 2007 lalu, telah mengusulkan kebutuhan tambahan Damkar serta peralatannya. Namun hingga saat ini belum terealisasi. Namun sesuai keterangan, Suang, Tahun 2012 ini, Pemkab Karo kembali mengajukan permohonan bantuan selang dan pompa air.

“Tahun 2007 usulan telah kita ajukan ke Pemerintah Pusat, melalui Menko Kesra dan Mendagri, karena ketika itu belum ada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Semoga tahun ini kita memperoleh bantuan selang dan pompa. Karena selang yang dipakai saat ini merupakan bantuan tahun 2008 lalu, dan kondisinya sudah memprihatinkan,” kata Suang.(RTA/Andalas)

Tanah Karo Minim Mobil Pemadam Kebakaran

Minimnya jumlah mobil pemadam kebakaran (Damkar) dianggap menjadi penyebab tak maksimaknya kinerja Barisan Pencegah dan Pemadam Kebakaran (BP2K) Pemkab Karo. Pasalnya, dengan luas wilayah 2.127,25 Km persegi atau 212.725 hektar, dilayani oleh empat unit mobil damkar. Itupun satu unit di antaranya dalam kondisi rusak.

Dengan kondisi ini, sejumlah pihak mendesak agar Pemkab Karo segera menambah armada damkar, mengingat belakangan ini frekwensi peristiwa kebakaran semakin meningkat dan menimbulkan kerugian materi yang cukup besar.

Kaban Kesbangpol dan Linmas Pemkab Karo Drs Suang Karokaro ketika dihubungi Sumut Pos Minggu (18/3), menjelaskan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, kerugian materi ditaksir mencapai miliaran rupiah. Pada 2009, rata-rata kebakaran terjadi dua kali setiap bulan.

“Dari data yang ada, pada 2010, terjadi peningkatan, yaitu tiga kali kebakaran per bulan. Sementara di 2011, juga terjadi tiga kali kebakaran dalam satu bulan. Kerugian materi yang ditaksir, dalam setiap peristiwa rata-rata antara Rp500 juta hingga Rp600 juta. Sedangkan tahun ini, hingga Maret, telah terjadi lima kejadian,” papar Suang.

Sesuai keterangan Suang Karokaro, sejak 2007 lalu, pihaknya telah mengusulkan penambahan mobil Damkar serta peralatannya. Namun hingga saat ini belum terealisasi. Meski begitu, di 2012 ini, Pemkab Karo kembali mengajukan permohonan bantuan selang dan pompa air.

“Semoga tahun ini kita memperoleh bantuan selang dan pompa. Karena selang yang dipakai saat ini merupakan bantuan pada 2008 lalu, dan kondisinya sudah memprihatinkan,” kata Suang.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada 2013 mendatang, Pemkab Karo rencananya akan mengusulkan kembali permintaan lima unit Damkar baru dan satu mobil tangga. Mengingat kondisi wilayah Kabupaten Karo yang luas, jika terealisai maka masing-masing satu unit Damkar, akan diposisikan di Kecamatan Berastagi, Lau Baleng, Tiga Binanga, Tiga Nderket, dan di Pos Kabanjahe.

“Kita harapkan Pemerintah Pusat membantu. Karena hanya dengan tiga unit Damkar yang diopersikan, maka sudah dapat dipastikan tidak akan maksimal menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Karo. Karenanya di APBD 2013 nanti, kita usulkan dana sharing pembelian Damkar dan kelengkapannya. Kita tidak ingin ada korban jiwa akibat kebakaran ini,” beber Suang.

Dari data sementara yang ada di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Barisan Pencegah dan Pemadam Kebakaran (BP2K) Kabupaten Karo, dari Januari 2009 hingga Maret 2012 tercatat tiga korban meninggal akibat kebakaran. Ketiga korban tewas itu terjadi pada 2011 lalu.(wan/sumutpos)

Gus Irawan Temu Ramah dengan Masyarakat Karo

Dirut PT Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu, menggelar temu ramah dan berdialog dengan lebih 300 kaum ibu Kelompok Keuangan Mikro penerima Kredit Pemberdayaan Usaha Mikro Sumut Sejahtera 1 (KKM KPUM-SS1) di Jambur Tuah Lopati Kabanjahe, Kamis (15/3).

Gus Irawan menegaskan, Program KPUM-SS1 sepenuhnya untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan di sektor pemberdayaan ekonomi. “PT Bank Sumut dijamin tidak berorientasi bisnis dalam mengelola program in,”katanya.

Dia mengemukakan, kehadirannya di Tanah Karo untuk temu ramah dengan akan berakhirnya masa jabatan sebagai Dirut PT Bank Sumut, yang sudah dijabatnya 12 tahun atau tiga periode.

Terdapat beberapa program perlu diketahui dan berkomitmen terus mengawalnya yaitu, Kredit Sumut Sejahtera (KSS) I. Kelompok kerja mikro (KKM) ternyata manfaatnya sangat besar membantu perekonomian rakyat. Terutama rakyat kecil untuk mengembangkan usaha.

Dari KKM diharapkan pengusaha kecil diberdayakan, hingga menjadi pengusaha menengah atau besar. Namun, tujuan utama menurut Gus Irawan yang merupakan direktur bank termuda di Indonesia, program itu guna menstabilkan perekonomian rakyat. “Kini sudah terdata 300 ribu lebih orang pengusaha kecil terbantu dan tidak terombang-ambing dengan kondisi perekonomian yang masih labil,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Perdemun Purba perwakilan tokoh masyarakat Karo mengharapkan Gus Irawan Pasaribu untuk mencalonkan diri sebagai Gubsu periode 2013-2018.

Dikatakan Perdemun, figur Gus Irawan adalah sosok pekerja aktif, teladan dan memperhatikan ekonomi rakyat kecil.

“Kondisi perekonomian yang labil saat ini, diperlukan pemimpin yang mau bekerja keras untuk meningkatkan perekonomian rakyat dan tidak ada figur tepat, selain Gus Irawan,”ujar tokoh masyarakat asal Berastagi itu.

“Kalau rakyat menghendaki dan Allah mengizinkan, saya siap maju menjadi Gubernur Sumatera Utara,”sahut Gus Irawan sembari disambut meriah dari kaum ibu. Pada kesempatan itu, Bank Sumut juga membagi-bagikan hadiah melalui melalui lucky draw. (NT/Andalas)